Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Siap bangun desa inklusi, ini dua syaratnya..

dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo

Sleman-KoPi| Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) mengadakan MoU persetujuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan The Asia Foundation mengenai “Rintisan Desa Inklusi’.

Aspirasi membangun desa inklusi lahir dari hasil pertdmuan difabel seluruh Indonesia pada Juni 2015 lalu. pertemuan itu dihadiri oleh 300 peserta dari 12 provinsi di Indoensia, sepkat untuk memnbangun desa ‘ramah’ difabilitas.

Menurut direktur SIGAB, Juni Yulianto menegaskan pembangunan desa inklusi berpondasi pada dua hal penting yakni membangun sistem dan membangun jaringan.

“ Dalam membangun sistem harus ada penguatan kelompok difabel Desa Inklusi, penguatan kapasitas desa. Hal ini kelompok difabel menjadi aset bagi desa. Selain itu adanya layanan dan fasilitas publik untuk kelompok difabel”, papar Joni saat MoU Desa Inklusi di Sendangtirto, Sleman pukul 10.00 WIB.

Rintisan desa Inklusi juga mendapat respon positif dari Bupati Sleman, Sri Purnomo. Dia mengharapkan rintisan desa Inklusi akan menular ke desa-desa lainnya. Saat ini di Sleman ada sekitar 6 ribu difabel. Pihak pemkab Sleman memberikan fasilitas akses bagi difabel seperti pembangunan jalan ramah difabel.

“ Di Sleman ada dua, desa rintisan difabel yaitu Desa Sendangtirto dan Desa Sendangdadi, di Mlati”, papar Sri Purnomo. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next