Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Siap bangun desa inklusi, ini dua syaratnya..

dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo dua dari kiri : Joni Yulianto, Sri Purnomo

Sleman-KoPi| Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) mengadakan MoU persetujuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan The Asia Foundation mengenai “Rintisan Desa Inklusi’.

Aspirasi membangun desa inklusi lahir dari hasil pertdmuan difabel seluruh Indonesia pada Juni 2015 lalu. pertemuan itu dihadiri oleh 300 peserta dari 12 provinsi di Indoensia, sepkat untuk memnbangun desa ‘ramah’ difabilitas.

Menurut direktur SIGAB, Juni Yulianto menegaskan pembangunan desa inklusi berpondasi pada dua hal penting yakni membangun sistem dan membangun jaringan.

“ Dalam membangun sistem harus ada penguatan kelompok difabel Desa Inklusi, penguatan kapasitas desa. Hal ini kelompok difabel menjadi aset bagi desa. Selain itu adanya layanan dan fasilitas publik untuk kelompok difabel”, papar Joni saat MoU Desa Inklusi di Sendangtirto, Sleman pukul 10.00 WIB.

Rintisan desa Inklusi juga mendapat respon positif dari Bupati Sleman, Sri Purnomo. Dia mengharapkan rintisan desa Inklusi akan menular ke desa-desa lainnya. Saat ini di Sleman ada sekitar 6 ribu difabel. Pihak pemkab Sleman memberikan fasilitas akses bagi difabel seperti pembangunan jalan ramah difabel.

“ Di Sleman ada dua, desa rintisan difabel yaitu Desa Sendangtirto dan Desa Sendangdadi, di Mlati”, papar Sri Purnomo. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next