Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Setelah harga daging, ikan pun ikut naik..

Setelah harga daging, ikan pun ikut naik..

Jogjakarta-KoPi | Kondisi ekonomi masyarakat semakin lesu, pasalnya setelah kenaikan harga daging sapi, daging ayam kini harga ikan pun mengekor naik. Berdasarkan pantauan KoranOpini.com di pasar Beringharjo dan Demangan, kenaikan harga berkisar antara Rp 1.000-Rp 5.000.

Menurut pedagang ikan pasar Demangan, Rubiyati (57) harga ikan merangkak naik karena masalah musim. Kondisi cuaca dan kemarau ombak menjadi besar menyulitkan para nelayan mencari ikan.

“Kondisi terang bulan kan sukar yang nangkep, (ikannya) lari kelihatan jaring-jaringnya,” tutur Rubiyati.

Rubiyati menampik keterlibatan oknum dalam permainan harga. Dia menegaskan kenaikan karena murni faktor alam semata.

“Semua barange larang ada yang ngomong persoalan presidene ganti, bukan masalah presiden, kalau masalah sopo ku ra ene, ini masalah pasokan, asal-usulnya dari laut gak ada,” jelas Rubiyati.

Rubiyati menyadari kenaikan harga ikan secara umum mengurangi animo masyarakat membeli ikan. Selama 38 tahun menjual ikan, Rubiyati menilai kenaikan harga kali ini paling tinggi daripada kenaikan sebelumnya. Namun dirinya optimis harga ikan akan kembali stabil bila musim normal kembali.

“Kalau ikan laut bakal turun, kalau ikan tawar naik soalnya pakannya mahal,” tutur Rubiyati.

Berbeda dengan Rubiyati, Nurjanah (62) merasa kenaikan harga ikan tidak mempengaruhi jumlah pembeli. Nurjanah memandang gejolak harga ikan berlangsung sesaat dan akan segera stabil bila musim bisa mendukung.
Meskipun animo masyarakat tetap Nurjanah mengurangi pasokan dari 2 kuintal menjadi 1 kuintal.

Secara terpisah pedagang ikan Malioboro, Budi sudah mengalami kenaikan sejak empat bulan lalu. Kenaikan akan terus terjadi selama cuaca belum normal.

“Naiknya seribu, setapak-setapak tapi kan terus,” kata Budi.

Namun rekan Budi, Imam merasa kenaikan harga ikan tidak terlalu bermasalah. Meskipun terhambat cuaca, suplay ikan tetap aman.

“Gak (bermasalah), dari pabrik di es langsung, ada lumbungnya,” kata Imam. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next