Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Setelah harga daging, ikan pun ikut naik..

Setelah harga daging, ikan pun ikut naik..

Jogjakarta-KoPi | Kondisi ekonomi masyarakat semakin lesu, pasalnya setelah kenaikan harga daging sapi, daging ayam kini harga ikan pun mengekor naik. Berdasarkan pantauan KoranOpini.com di pasar Beringharjo dan Demangan, kenaikan harga berkisar antara Rp 1.000-Rp 5.000.

Menurut pedagang ikan pasar Demangan, Rubiyati (57) harga ikan merangkak naik karena masalah musim. Kondisi cuaca dan kemarau ombak menjadi besar menyulitkan para nelayan mencari ikan.

“Kondisi terang bulan kan sukar yang nangkep, (ikannya) lari kelihatan jaring-jaringnya,” tutur Rubiyati.

Rubiyati menampik keterlibatan oknum dalam permainan harga. Dia menegaskan kenaikan karena murni faktor alam semata.

“Semua barange larang ada yang ngomong persoalan presidene ganti, bukan masalah presiden, kalau masalah sopo ku ra ene, ini masalah pasokan, asal-usulnya dari laut gak ada,” jelas Rubiyati.

Rubiyati menyadari kenaikan harga ikan secara umum mengurangi animo masyarakat membeli ikan. Selama 38 tahun menjual ikan, Rubiyati menilai kenaikan harga kali ini paling tinggi daripada kenaikan sebelumnya. Namun dirinya optimis harga ikan akan kembali stabil bila musim normal kembali.

“Kalau ikan laut bakal turun, kalau ikan tawar naik soalnya pakannya mahal,” tutur Rubiyati.

Berbeda dengan Rubiyati, Nurjanah (62) merasa kenaikan harga ikan tidak mempengaruhi jumlah pembeli. Nurjanah memandang gejolak harga ikan berlangsung sesaat dan akan segera stabil bila musim bisa mendukung.
Meskipun animo masyarakat tetap Nurjanah mengurangi pasokan dari 2 kuintal menjadi 1 kuintal.

Secara terpisah pedagang ikan Malioboro, Budi sudah mengalami kenaikan sejak empat bulan lalu. Kenaikan akan terus terjadi selama cuaca belum normal.

“Naiknya seribu, setapak-setapak tapi kan terus,” kata Budi.

Namun rekan Budi, Imam merasa kenaikan harga ikan tidak terlalu bermasalah. Meskipun terhambat cuaca, suplay ikan tetap aman.

“Gak (bermasalah), dari pabrik di es langsung, ada lumbungnya,” kata Imam. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next