Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Jogjakarta-KoPi| LBH KITA (Keadilan Semesta) mempertanyakan pemasangan police di areal Kusuma Resto, Gang Sartono, Mantrijeron kepada Kapolres Kota Yogyakarta.

Menurut Direktur LBH, Retna Susanti pemasangan police line di Kusuma Resto tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang jelas.

Retna mengklaim tidak seharusnya polisi memagari police line. Pasalnya pemasangan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah, Untung Waluyo (58) warga Mantrijeron.

Retna menjelaskan runtut kekusruhan Kusuma Resto. Awalnya resto makanan Eropa tersebut disewa oleh Lilik Sukesi dan pasangannya Olivier Georges Ives pada tahun 2009. Pembayaran setiap tahun berjalan normal. Namun memasuki tahun 2014. Pihak Lilik susah membayar sewa.

Untung menambahkan meskipun susah membayar namun akhirnya melunasi pada 9 Desember 2014. Hingga tanggal 24 Maret 2015 mereka tidak memperpanjang.

"Lilik bilang tidak memperpanjang akan mengosongi tempat itu, namun tidak dilakukan," papar Untung saat ditemui di Kusuma Resto, Mantrijeron pada 28 Januari 2016.

Pada 18 Agustus 2015 akhirnya Untung dan LBH KITA terpaksa menggembok Kusuma Resto. Lantaran mereka tidak pindah hingga Januari 2016 ini.

Sayangnya pihak Lilik melawan dengan melapor ke polisi.

"Tanggal 18 Agustus 2014 kita gembok, seharinya 19 Agustus 2014, mereka bawa polisi dan memasang police line," jelas Untung.

Menurut Retna pihak Polsek Mantrijeron saat dikonfirmasi tidak mengetahui pemasangan police line.

Sengketa Kusuma Resto telah berjalan hampir 10 bulan. Namun belum ada penyelesaian dari kedua pihak.

"Polisi bertindak tegas, seolah ini malah membiarkan kasus (menggantung)," pungkas Retna. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next