Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Senator Australia-Luhut Pandjaitan Akan Bahas Kasus Montara

Senator Australia-Luhut Pandjaitan Akan Bahas Kasus Montara

Kupang-Dalam rangkaian peringatan 8 tahun kasus tumpahan minyak Montara di Laut Timor,Senator Australia Rachel Siewert dari Partai Hijau Australia akan berkunjung ke Jakarta . 17 dan 18 Juli 2017.

Tujuan utama kunjungan ini adalah menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk melakukan pembahasan tentang percepatan penyelesaian kasus petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor tahun 2009 lalu. Hal ini disampaikan Ketua Peduli Timor Barat,Ferdi Tanoni kepada wartawan Jumat (14/05).

Tanoni mengatakan pihaknya sejak tanggal 7 Juni 2017 telah mengajukan surat permintaan pertemuan tersebut kepada Menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk berkenan menerima Senator Rachel Siewert yang sedianya pada tanggal 30 Juni 2017, namun pada hari itu bertepatan dengan Hari libur Idul Fitri,maka diagendakan kembali ke tanggal 17 Juli 2017.

Pada awal meledaknya anjungan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009 lalu, Senator Rachel Siewert yang memprakarsai deskan kepada Pemerintah Australia guna membentuk sebuah Komisi Penyelidik Kasus Tumpahan Minyak Montara dan Komisi ini terbentuk pada bulan Nopember 2009,kata Tanoni.

Selain itu,menurut mantan agen imigrasi Australia ini bahwa Senator Rachel Siewert juga tidak pernah berhenti hingga saat ini terus mendesak kepada Pemerintah Federal Australia untuk berlaku benar dengan turut bertanggungjawab terhadap penderitaan puluhan ribu rakyat Indonesia di Timor Barat dan NTT yang terkena dampak dari petaka tumpahan minyak Montara.

Dalam penjelasannya kepada wartawan,Tanoni mengatakan bahwa Pemerintah Australia diminta turut bertanggungjawab atas petaka tumpahan minyak Montara di laut Timor karena selain sebagai regulator, juga pengakuan Australia Maritime Safety Authority (AMSA) secara terus terang dalam dengar pendapat di Senat Australia yang diprakarsai Senator Rachel Siewert pada tahun 2010 dimana AMSA mengakui telah menyemprotkan bubuk kimia sangat beracun dispersan jenis Corexit 9572 dan 9572 A dalam jumlah sangat besar ke atas permukaan Laut Timor untuk menenggelamkan tumpahan minyak Montara ke dalam dasar Laut Timor.

Dalam rapat dengar pendapat si Senat Australia dengan AMSA pada tahun 2010 itu juga muncul pengakuan bahwa 24 jam setelah penyemprotan bubuk kimia sangat beracun itu maka dengan seketika membunuh ikan-ikan besar dan kecil di Laut Timor. Senator Rachel Siewert juga merupakan satu-satunya pejabat Pemerintah dari Canberra yang berkunjung ke Timor Barat pada tahun 2014 dan mengadakan pertemuan dengan masyarakat korban Montara dan Pemerintah Daerah di NTT guna mencarikan solusi penyelesaian kasus Montara,tambah Tanoni.

Ferdi Tanoni,peraih tunggal Civil Justice Award,Australian Lawyers Alliance 2013 ini mengaskan bahwa antara lain hal-hal sangat penting dan bersifat segera inilah dan hal lain nya yang akan disampaikan dan dibahas langsung dengan Menteri Luhut Pandjaitan agar sebuah keputusan bisa langsung diambil segera guna mempercepat penyelesaian kasus petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor yang sudah berusia 8 tahun.

Atas nama masyarakat korban kami sangat berharap agar kasus ini segera diselesaikan,bagi masyrakat korban tidaklah penting apakah kasus ini diselesaikan melalui Pengadilan atau diluar Pengadilan,yang terpenting adalah kasus ini harus segera selesai dengan mendapatkan pertanggungjawaban dari PTTEP dan Pemerintah Federal Australia,karena masyarakat NTT seolah terus dimarjinalkan dan menanggung sebuah penderitaan menderita yang tiada akhirnya,tegas nya.

Saya yakin dengan sikap tegas Pak Luhut Pandjaitan terhadap kasus Montara ini telah mendorong Pemerintah Australia dan PTTEP bersedia bekerja sama dengan Pemerintah RI dan masyarakat korban untuk segera mencarikan solusi menang-menang.demikian Ferdi Tanoni. (Jacky)

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next