Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Seminar dan peluncuran buku Mendorong Kebijakan Yang Berbasis Kerentanan

foto:sigab foto:sigab
Jogja-KoPi|Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) bekerja sama dengan Pusat Layanan Difabel Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta serta dukungan oleh The Asia Foundation menyelenggarakan seminar ‘Mendorong Kebijakan yang Berbasis Kerentanan’ dan lounching buku Hidup Dalam Kerentanan: Narasi Kecil Keluarga Difabel. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2015 di ruang Teatrikal Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
 
Pembicara dalam seminar  Ibu Vivi Yulaswati (BAPPENAS RI), Magdalena (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), dr.Maria Widagdo, PhD (Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas
Kristen Duta Wacana), Dr. Ro’fah (Pusat Layanan Difabel, Universitas Islam Negeri Yogyakarta) dan moderator
Moderator : M. Syafi’ie
 
Seminar ini adalah bentuk kontribusi SIGAB dalam mendorong kebijakan yang berperspektif dan berpihak pada kelompok-kelompok rentan serta berkepentingan untuk mendiskusikan aspek-aspek kerentanan difabel dan sharing terkait pentingnya tranformasi perubahan dan perbaikan kebijakan jaminan sosial di Indonesia.
 
"Kerentanan belum menjadi salah satu indikator pengambilan kebijakan pemerintah. Difabel, menjadi salah satu bagian dari kelompok rentan, merupakan salah satu bagian masyarakat yang dimarginalisasi oleh negara karena kebijakan tidak pernah menyentuh kebutuhan difabel. Selama ini negara, dalam arti pemerintah masih menggunakan pendekatan kemiskinan dan ketidakmampuan sebagai indikator kebijakan. Akibatnya, pembangunan seringkali diskriminatif, melanggar hak asasi manusia dan tidak menyelesaikan persoalan-persoalan kerentanan yang dihadapi oleh para korban." Jelas Narahubung: M. Syafi’ie.
 
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penelitian yang dilakukan oleh SIGAB terkait difabilitas dan kerentana. . Sulitnya difabel untuk mengakses jaminan sosial, belum lagi birokasi yang selama ini berbelit-belit, menjadi keresahan tersendiri bagi gerakan sosial difabel. Indikator kemiskinan tak cukup menggambarkan keadaan difabel yang jauh memiliki tingkat kerentanan yang lebih.
 
Seminar ‘Mendorong Kebijakan yang Berbasis Kerentanan’ dan peluncuran  buku Hidup Dalam Kerentanan: Narasi Kecil Keluarga Difabel ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk  menguraikan aspek-aspek kerentanan difabel, mendiskusikan pendekatan kebijakan pemerintah yang berbasis kemiskinan dan ketidakmampuan, mengkritisi pendekatan kebijakan yang semata berpijak pada aspek kemiskinan, sharing urgensi perubahan kebijakan yang berbasis kerentanan.
 
Peluncuran buku ‘Hidup dalam Kerentanan: Narasi Kecil Keluarga Difabel’ adalah agenda pertama kagiatan ini yang dilanjutkan dengan seminar “Mendorong Kebijakan Yang Berbasis Kerentanan” dengan bebeberapa pembicara seperti pemerintah yang diwakili oleh BAPPENAS RI  dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), perwakilan dari akademisi yang akan diwakili oleh Dr. Rof’ah, serta aktifis Difabel yang akan diwakili oleh Joni Yulianto.
 
 
 
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next