Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas ) dan pemerhati BPJS Kesehatan, Prof. Ali Ghufron Mukti, M.Sc ,PhD mengatakan BPJS mengalami keterhambatan dalam mengejar target keanggotaan 100% di tahun 2019 .

Ali mengungkapkan keterhambatan terjadi dari sektor penduduk pekerja Informal(magang,kontrak, swasta). Menurutnya, sektor ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi BPJS Kesehatan dalam mengejar target keanggotaan seluruh penduduk indonesia yang berjumlah 259 juta penduduk dua tahun lagi.

"Tantangan terberat justru dari sektor informal ,karena sektor itu siapa yang bertanggung jawab membiayai? kalau informal biasa dirinya sendiri. Padahal yang namanya infromal itu pendapatannya tidak pasti,padahal pembayarannya (iuran BPJS) pasti,"ujar Ali sekaligus Ketua Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) ujarnya usai membuka diskusi rembuk bersama JKN KIS di Hotel Tentrem, Rabu (15/11).

Berdasarkan keterangannya ,keanggotaan BPJS kesehatan saat ini berjumlah 189 juta anggota dari total jumlah seluruh penduduk indonesia. Kurang lebih 77 juta penduduk indonesia belum terdaftar keanggotaan di BPJS kesehatan.

Ali pun memaparkan jumlah pekerja sektor informal sektor ini cukup besar dibandingkan sektor formalnya. Sekiranya 92 juta penduduk bekerja dalam sektor informal, sementara sektor formal hanya sekitar 51,4 juta penduduk. Jika dipresentasekan kurang lebih 30-40% dari seluruh penduduk indonesia merupakan pekerja Informal.

Melihat banyaknya pekerja informal yang diperkirakan akan kesulitan dalam mengikuti BPJS Kesehatan, Ali menyampaikan solusi agar masalah ini bisa dikaji lebih seksama baik itu lewat pemerintah ataupun diskusi lewat lembaga terkait. Hal ini juga dilakukan agar BPJS tak mengalami defisit yang lebih besar dari sekarang ini.

"Solusinya ya harus didiskusikan seperti saat sekarang ini, menurut saya solusinya tidak sulit, hanya memerlukan suatu pengkajian lebih seksama untuk bisa diatasi. Dan jangan sampai BPJS defisit, karena defisit ini dikhawatirkan menghasilkan ancaman sustainbilitas ,sehingga harus bisa dicarikan solusinya untuk mengatasi defisit bpjs kesehatan,"ucap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber daya Iptek dan dikti di Kemenristekdikti.

Beberapa waktu lalu,BPJS kesehatan memaparkan mengalami defisit atau pengeluaran kas melebihi anggaran hingga 90 triliun. Penyebab defisit pun bervariasi dari anggota BPJS yang harus menggunakan uang asuransi untuk operasi jantung hingga dialisis/ cuci darah yang membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next