Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas ) dan pemerhati BPJS Kesehatan, Prof. Ali Ghufron Mukti, M.Sc ,PhD mengatakan BPJS mengalami keterhambatan dalam mengejar target keanggotaan 100% di tahun 2019 .

Ali mengungkapkan keterhambatan terjadi dari sektor penduduk pekerja Informal(magang,kontrak, swasta). Menurutnya, sektor ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi BPJS Kesehatan dalam mengejar target keanggotaan seluruh penduduk indonesia yang berjumlah 259 juta penduduk dua tahun lagi.

"Tantangan terberat justru dari sektor informal ,karena sektor itu siapa yang bertanggung jawab membiayai? kalau informal biasa dirinya sendiri. Padahal yang namanya infromal itu pendapatannya tidak pasti,padahal pembayarannya (iuran BPJS) pasti,"ujar Ali sekaligus Ketua Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) ujarnya usai membuka diskusi rembuk bersama JKN KIS di Hotel Tentrem, Rabu (15/11).

Berdasarkan keterangannya ,keanggotaan BPJS kesehatan saat ini berjumlah 189 juta anggota dari total jumlah seluruh penduduk indonesia. Kurang lebih 77 juta penduduk indonesia belum terdaftar keanggotaan di BPJS kesehatan.

Ali pun memaparkan jumlah pekerja sektor informal sektor ini cukup besar dibandingkan sektor formalnya. Sekiranya 92 juta penduduk bekerja dalam sektor informal, sementara sektor formal hanya sekitar 51,4 juta penduduk. Jika dipresentasekan kurang lebih 30-40% dari seluruh penduduk indonesia merupakan pekerja Informal.

Melihat banyaknya pekerja informal yang diperkirakan akan kesulitan dalam mengikuti BPJS Kesehatan, Ali menyampaikan solusi agar masalah ini bisa dikaji lebih seksama baik itu lewat pemerintah ataupun diskusi lewat lembaga terkait. Hal ini juga dilakukan agar BPJS tak mengalami defisit yang lebih besar dari sekarang ini.

"Solusinya ya harus didiskusikan seperti saat sekarang ini, menurut saya solusinya tidak sulit, hanya memerlukan suatu pengkajian lebih seksama untuk bisa diatasi. Dan jangan sampai BPJS defisit, karena defisit ini dikhawatirkan menghasilkan ancaman sustainbilitas ,sehingga harus bisa dicarikan solusinya untuk mengatasi defisit bpjs kesehatan,"ucap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber daya Iptek dan dikti di Kemenristekdikti.

Beberapa waktu lalu,BPJS kesehatan memaparkan mengalami defisit atau pengeluaran kas melebihi anggaran hingga 90 triliun. Penyebab defisit pun bervariasi dari anggota BPJS yang harus menggunakan uang asuransi untuk operasi jantung hingga dialisis/ cuci darah yang membutuhkan biaya ratusan juta rupiah. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next