Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

SDG's, 'tidak boleh ada kelompok yang tertinggal'

Sleman-KoPi| Organisasi masyarakat sipil Yakkum mendorong pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia yang baik.

Salah satu perwujudan program dengan langkah strategis penyusunan kerangka pembangunan yang berkelanjutan (SDGs). Konsep SDGs ini diresmikan di New York pada September 2015 lalu.

Sebelumnya perwakilan organisasi rakyat Yogyakarta menegaskan pelaksanaan program SDGs nantinya menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat. Dengan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

Menurut aktivis sosial, Hamung mengungkapkan program SDGs di Indonesia masih dalam tahap proses belum sampai ranah isu. Pengawalan program SDGs sangat membutuhkan keterlibatan masyarakat sipil.

"SDGs baru proses, tujuan yang ingin dicapai belum sesuai. Hal ini harus mendapat keterlibatan masyarakat sipil," papar Hamung saat Konsorsorium Nasional di Yakkum pada Sabtu 13 Februari 2016.

Hamung memandang dengan partisipasi masyarakat sipil secara aktif mampu merumuskan tujuan bersama, terutama kepentingan kelompok marginal seperti penyandang disabilitas.

Selain itu demi kelancaran program SDGs ini, Hamung menekankan pentingnya manajemen pengelolaan hingga pendanaaan.

Hal tersebut tidak terlepas pada peran serta pemerintah daerah. Komitmen bersama warga dan pemerintah membangun masyarakat.

"Pelaksanaan sedang diperjuangkan, kini tinggal tantangan bagaimana menyebarluaskan. Harapannya SDGs sampai kabupaten," tambah Hamung.

Hal senada juga disampaikan oleh aktivis Risnawati. SDGs menjadi kabar gembira bagi kaum disabilitas.

Hanya saja dukungan terkuat SDGs berasal dari kelompok akar rumput. Salah satunya akar rumput yang digerakan oleh desa-desa inklusi.

Risnawati memandang pemerintah menjadi aktor utama memobilisasi desa-desa.

"Pemerintah yang memiliki dan menguasai, perlu melakukan intervensi (ke desa), dukungan paling kuat dari desa," jelas Risnawati. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next