Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Saut Situmorang, optimis menang lawan Fatin Hamama

Saut Situmorang, optimis menang lawan Fatin Hamama

Jogjakarta-KoPi| Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pencemaran nama baik kepada Fatin Hamama, dukungan kepada Saut terus bergulir.

Penyair Saut Situmorang merasa sangat senang dengan banyaknya dukungan yang mengalir padanya dari kalangan sastrawan dan mahasiswa. Saut tidak menyangka kepedulian sastrawan begitu besar padanya.

“Sangat senang dengan dukungan teman-teman. Ini responnya luar biasa, seperti demo rame-rame di depan UGM dulu,” jelas Saut seusai diskusi ‘Kriminalisasi Saut dan Bencana Sastra Indonesia di UIN Sunan Kalijaga 30 September 2015 pukul 23.30 WIB.

Bagi Saut dukungan sastrawan ini memberikan nilai positif. Optimisme untuk menghadapi kasus lebih tenang dan santai. Meski mendapat banyak dukungan, namun Saut menyayangkan dukungan mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa sementara sastrawan kondang lainnya tidak peduli.

“Idealisme sudah terkikis di kalangan sastrawan sendiri angkatan saya dan di atas saya, justru respon dari mahasiswa bukan sastrawan, ini tragis juga, ya itu tragedi sastra Indonesia, orang-orang menyebut dirinya sastrawan Indonesia tapi menganggap tidak terjadi apa-apa,” kritik Saut.

Kini kasus Saut telah memasuki tahap pemberkasan ke kejaksaan untuk selanjutnya ke persidangan. Hingga detik ini Saut optimis bisa memenangkan kasus dengan Fatin Hamama.

“Optimis menang, dikatakan oleh bekas pengacara tadi (dalam diskusi) gak ada kasusnya. Ini hanya dibuat-buat, untuk menteror saya, untuk bungkam,” pungkas Saut.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next