Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Saut Situmorang dijemput paksa polisi, muncul #SaveSaut

Foto milik: Eko Susanto Foto milik: Eko Susanto

Jogjakarta-KoPi | Penyair Saut Situmorang akhirnya dijemput paksa pihak polisi Jakarta Timur di rumahnya Gang Jeksan Jogjakarta. Penjemputan pihak kepolisian Jakarta ini berkaitan dengan tuduhan pencemaran nama baik sastrawan Fatin Hamama beberapa waktu lalu (baca:Saut Situmorang: Saya siap dipanggil pengadilan ) Hal ini disampaikan Saut Situmorang di akun FBnya Kamis, 26 Maret 2015.

Kabar dijemput paksa ini mengundang reaksi simpati dari kalangan sastrawan dan seniman di Indonesia. Para sastrawan kemudian membangun gerakan di medsos melalui hastag #Save Saut.

Saut Situmorang merupakan penyair yang dikenal vokal dan kritis terhadap persoalan-persoalan lingkungannya. Penangkapannya ini merupakan bagian dari rantai perseteruan antara kubu Denny JA yang dianggap telah melakukan manipulasi sejarah sastra Indonesia dengan menerbitkan buku "33 Tokoh Satra Indonesia Paling Berpengaruh".

Rencananya Saut dan ketiga personel polisi resor Jakarta Timur akan menuju Jakarta menggunakan kereta api ekonomi sore (26/3) di Stasiun Lempuyangan. Paulus Irawan, SH yang diduga akan mendampingi Saut sebagai kuasa hukumnya belum bisa dikonfirmasi.

Sementara itu, dalam kesempatan menjelang keberangkatan Saut, beberapa sastrawan Jogjakarta berkumpul di rumah Saut untuk memberikan dukungan. Puthut EA, salah seorang sastrawan Jogjakarta memberikan pernyataan sikap mendukung dan melawan apa yang digambarkan sebagai kezaliman.| Winda Efanur Fs

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next