Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sanksi pidana produsen 'nakal' tidak membuat jera

Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya Beberapa produk yang tak memiliki ijin edar, dan mengandung bahan berbahaya

Jogjakarta-KoPi|  Selama pengawasan November 2014-Agustus 2015, Balai Besar POM DIY menemukan 50 obat tradisional (OT) dan suplemen kesehatan (SK) mengandung bahan kimia obat (BKO). Dari temuan 50 tersebut 25 di antaranya merupakan produk ilegal.

Temuan obat mengandung BKO mengandung sildenafil serta turunannya. Sildenafil berfungsi mengobati disfungsi ereksi dan hipertensi arteri pulmonal. Di pasaran obat ini dikenal dengan nama Viagra yang biasa dikonsumsi oleh pria.

“Sildenafil dan turunannya termasuk obat keras yang penggunaannya dengan resep dokter, penggunaan sildenafil bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan pendengaran,” tutur Kepala Balai Besar POM DIY, I Gusti Ayu Adi Arya Patni saat konferensi pers di kantor Blai Besar POM DIY pukul 10.40 WIB.

Untuk OT dan SK ini BPOM DIY melakukan pemusnahan. Pada tahun 2015 ini pemusnahan dilakukan pada produk jadi dengan kisaran angka Rp 59,8 miliar dan bahan baku senilai Rp 63,5 miliar. Lalu BPOM menarik 25 item produk yang ilegal dan membatalkan nomor izin edarnya.

Sementara untuk produsen obat berbahaya BPOM telah menindaklanjuti pada proses pro-justisia. Selama periode tahun 2014 terdapat 9 yang dipidanakan namun satu tersangka dari suatu kasus masih menjadi buron. Untuk periode tahun 2015 terdapat 5 kasus dan 4 di antaranya masih menjalani proses pidana.

Meskipun beberapa kasus berhasil dimejahijaukan namun Ary menyayangkan hukuman yang terlalu ringan. “Untuk kasus yang pro justisia kita meminta hukumannya 15 bulan tapi hanya dikurung 6 bulan, belum ada efek jera hukumannya terlalu ringan,” tutur Ary. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next