Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Sabda semata wahyu, Sultan : saya tidak apa-apa dibenci adik-adik

Sabda semata wahyu, Sultan : saya tidak apa-apa dibenci adik-adik

Jogjakarta-KoPi| Setelah sempat menjadi polemik internal keluarga kraton akhirnya Sultan Hamengkubawono mengkalrifikasi keluarnya sabda. Semua keluargakraton dan elemen masyarakat hadir dalam konferensi pers yang diadakan di NdalemWironegaran pukul 16.30-18.00 WIB.

Sultan mengajak masyarakat memahami sabda dengan hati bukan dengan pikiran. Adanya berita media yang beredar cenderung diplintir dan dipolitisasi dari makna sabda sebenarnya.

Didampingi istri GKR Hemas sultan menjelaskan sabda sekitar 30 menit. Poin penting isi sabda sultan. Sultan menegaskan sabdatama yang dia ucapkan berdasarkan tuntunan wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa.
Beberapa poin penting dari isi sabda sultan. Pertama, penghilangan assalamulaykum bukan berarti dilarang mengucapkan assalamulaykum di kraton. Kedua, perubahan nama Buwono menjadi Bawono. Pasalnya Buwono memiliki lingkup kecil. Sedangkan Bawono lingkupnya besar.

Ketiga, perubahan kata kaping sepuluh. Dasar sepuluh kasapuluh tidak bisa disebut sedasa. “Tidak bisa disebut sedasa, kaping sepuluh karena kaping- kuwi perhitungan tambahan.Terusan dari satu, dua,tiga”, papar sultan.
Keempat, tentang gelar "Khalifatullah Sayidi" diganti dengan "Langgenging Toto Panotogomo" masih tetap menjalankan perintah Tuhan YME,hanya mengganti khalifatullah tetapi maksudnya sama.

“ Perubahan nama sesuai keadaan. Keadaan sekarang tidak bisa dianggap mudah seperti raja sebelumnya karena sudah berubah zaman”, papar sultan.
Dalam hal ini sultan menangkis anggapan beberapa pihak mengenai keluarnya sabda yang dianggap mendadak. Menurut sultan segala sabda yang diucapkan berdasarkan wahyu dari Tuhan YME.

“ Tidak ada perkara mendadak, sehingga semua dawuh (perintah) itu tidak boleh disepelekan karena dawuh dari gusti Allah. Karena saya takut dengan siksanya, saya tidak peduli dengan dibenci sama adik-adik sama orang-orang yang tidak mengetahui sabda raja ,karenaitu tadi wahyu dari gusti Allah yang maha kuasa”, pungkas Sultan. |Winda EfanurFS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next