Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Sabda semata wahyu, Sultan : saya tidak apa-apa dibenci adik-adik

Sabda semata wahyu, Sultan : saya tidak apa-apa dibenci adik-adik

Jogjakarta-KoPi| Setelah sempat menjadi polemik internal keluarga kraton akhirnya Sultan Hamengkubawono mengkalrifikasi keluarnya sabda. Semua keluargakraton dan elemen masyarakat hadir dalam konferensi pers yang diadakan di NdalemWironegaran pukul 16.30-18.00 WIB.

Sultan mengajak masyarakat memahami sabda dengan hati bukan dengan pikiran. Adanya berita media yang beredar cenderung diplintir dan dipolitisasi dari makna sabda sebenarnya.

Didampingi istri GKR Hemas sultan menjelaskan sabda sekitar 30 menit. Poin penting isi sabda sultan. Sultan menegaskan sabdatama yang dia ucapkan berdasarkan tuntunan wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa.
Beberapa poin penting dari isi sabda sultan. Pertama, penghilangan assalamulaykum bukan berarti dilarang mengucapkan assalamulaykum di kraton. Kedua, perubahan nama Buwono menjadi Bawono. Pasalnya Buwono memiliki lingkup kecil. Sedangkan Bawono lingkupnya besar.

Ketiga, perubahan kata kaping sepuluh. Dasar sepuluh kasapuluh tidak bisa disebut sedasa. “Tidak bisa disebut sedasa, kaping sepuluh karena kaping- kuwi perhitungan tambahan.Terusan dari satu, dua,tiga”, papar sultan.
Keempat, tentang gelar "Khalifatullah Sayidi" diganti dengan "Langgenging Toto Panotogomo" masih tetap menjalankan perintah Tuhan YME,hanya mengganti khalifatullah tetapi maksudnya sama.

“ Perubahan nama sesuai keadaan. Keadaan sekarang tidak bisa dianggap mudah seperti raja sebelumnya karena sudah berubah zaman”, papar sultan.
Dalam hal ini sultan menangkis anggapan beberapa pihak mengenai keluarnya sabda yang dianggap mendadak. Menurut sultan segala sabda yang diucapkan berdasarkan wahyu dari Tuhan YME.

“ Tidak ada perkara mendadak, sehingga semua dawuh (perintah) itu tidak boleh disepelekan karena dawuh dari gusti Allah. Karena saya takut dengan siksanya, saya tidak peduli dengan dibenci sama adik-adik sama orang-orang yang tidak mengetahui sabda raja ,karenaitu tadi wahyu dari gusti Allah yang maha kuasa”, pungkas Sultan. |Winda EfanurFS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next