Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

Jogjakarta-KoPi| Tuak dan arak minuman tradisional Indonesia yang terancam musnah akibat RUU minuman alkohol. "Minuman tradisional Indonesia tuak dan arak terancam akan hilang dengan diberlakukannya RUU minuman alkohol," menurut Adi Christanto, Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Tradisional Indonesia. 

RUU minuman alkohol yang berisi VII bab secara tegas menolak segala bentuk minuman berakohol yang beredar di masyarakat termasuk minuman hasil fermentasi tradisional.

RUU ini dirasa kurang efektif karena akan berdampak pada hilangnya minuman arak dan tuak yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun acara adat masyarakat. Selain itu, RUU ini juga akan mengancam keberadaan dari petani siwalan dan kelapa di Bali dan Tuban, yang juga merupakan produsen dari minuman tuak dan arak.

Menurut Adi Christanto, minuman tuak dan arak yang merupakan hasil fermentasi tradisional dari bahan-bahan alami tidak akan mengakibatkan kematian seperti minuman oplosan lainnya, karena minuman tuak dan arak tidak mengandung methanol. Zat methanol inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kematian karena meminum minuman alkohol.

"Belum pernah ada laporan orang meninggal karena minum tuak dan arak", jelas Agus Christanto.

Selain itu, RUU minuman alkohol juga dirasa lebih memojokkan keberadaan petani dan produsen minuman berfermentasi tradisional jika dibanding dengan RUU rokok yang sudah terdapat perlindungan dari harga rokok. |Frenda Yentin|Winda EF|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next