Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

RUU minuman alkohol mengancam 'minuman tradisional'

Jogjakarta-KoPi| Tuak dan arak minuman tradisional Indonesia yang terancam musnah akibat RUU minuman alkohol. "Minuman tradisional Indonesia tuak dan arak terancam akan hilang dengan diberlakukannya RUU minuman alkohol," menurut Adi Christanto, Forum Petani dan Produsen Minuman Berfermentasi Tradisional Indonesia. 

RUU minuman alkohol yang berisi VII bab secara tegas menolak segala bentuk minuman berakohol yang beredar di masyarakat termasuk minuman hasil fermentasi tradisional.

RUU ini dirasa kurang efektif karena akan berdampak pada hilangnya minuman arak dan tuak yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun acara adat masyarakat. Selain itu, RUU ini juga akan mengancam keberadaan dari petani siwalan dan kelapa di Bali dan Tuban, yang juga merupakan produsen dari minuman tuak dan arak.

Menurut Adi Christanto, minuman tuak dan arak yang merupakan hasil fermentasi tradisional dari bahan-bahan alami tidak akan mengakibatkan kematian seperti minuman oplosan lainnya, karena minuman tuak dan arak tidak mengandung methanol. Zat methanol inilah yang menyebabkan seseorang mengalami kematian karena meminum minuman alkohol.

"Belum pernah ada laporan orang meninggal karena minum tuak dan arak", jelas Agus Christanto.

Selain itu, RUU minuman alkohol juga dirasa lebih memojokkan keberadaan petani dan produsen minuman berfermentasi tradisional jika dibanding dengan RUU rokok yang sudah terdapat perlindungan dari harga rokok. |Frenda Yentin|Winda EF|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next