Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

RUU Karantina belum sepenuhnya melindungi hewan endemik

RUU Karantina belum sepenuhnya melindungi hewan endemik

Jogjakarta-KoPi| Saat ini RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan tengah menjalani proses jajak pendapat. Sebelum pembahasan formal oleh lembaga DPR RI, para akademisi dan pakar asal UGM turut berpartisipasi memberikan masukan.
Salah satu hal yang menjadi masukan penting mengenai masalah kelestarian. Pada bab 1 pasal 1 menyebutkan “belum ada proteksi terhadap pelestarian terutama hewan dan tumbuhan yang keluar di luar hama penyakit dan sebangsanya itu”.

Menurut Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Djoko Marsono contoh hewan dan tumbuhan yang belum memiliki proteksi yang keluar dalam RUU Karantina, Ikan dan Tumbuhan berupa jenis endemik Indonesia dan satwa yang dilindungi.

“Jenis-jenis ini kita tidak dapatkan ditempat lain, ini termasuk jenis yang hampir punah. Bila RUU nanti tidak memperhatikan jenis ini, sama saja mereka mati sebelum lahir, flora dan fauna ini,” tutur Djoko saat forum FGD bersama komisi IV DPR RI di Fakultas Kehutanan UGM pukul 11.30 Wib.

Endemisme yang tinggi berupa 165 jenis mamalia, 397 burung, lebih dari 150 reptilia dan lebih dari 100 amphibi.

Sementara untuk satwa yang dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 :236 meliputi 70 jenis mamalia, 93 jenis aves, 31 jenis repti, 7 jenis pisces, dan 20 jenis insecta.

Djoko mendorong revisi RUU Karantina, Ikan dan Tumbuhan ini mengayomi semua jenis hewa. Bahkan untuk tindakan konkretnya, Djoko mengusulkan dibentuknya badan intelejen hewan.

Peran intelejen sempat disinggung dalam bab XI pasal 70 RUU Karantina ini. intelejen nantinya berfungsi mengumpulkan informasi dan bahan keterangan tentang pemasukan dan pengeluaran- kemungkinan upaya bioterorisme.

“Ancaman Bioterorisme masuknya hewan tumbuhan itu berkait dengan senjata kimia, ini misal jeruk dikembangkan dengan produk yang teknologi yang cepat tumbuh padahal produknya dari kita. Ini arah ke persaingan ekonomi,” jelas Djoko.
|Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next