Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

RUU Karantina belum sepenuhnya melindungi hewan endemik

RUU Karantina belum sepenuhnya melindungi hewan endemik

Jogjakarta-KoPi| Saat ini RUU Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan tengah menjalani proses jajak pendapat. Sebelum pembahasan formal oleh lembaga DPR RI, para akademisi dan pakar asal UGM turut berpartisipasi memberikan masukan.
Salah satu hal yang menjadi masukan penting mengenai masalah kelestarian. Pada bab 1 pasal 1 menyebutkan “belum ada proteksi terhadap pelestarian terutama hewan dan tumbuhan yang keluar di luar hama penyakit dan sebangsanya itu”.

Menurut Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Djoko Marsono contoh hewan dan tumbuhan yang belum memiliki proteksi yang keluar dalam RUU Karantina, Ikan dan Tumbuhan berupa jenis endemik Indonesia dan satwa yang dilindungi.

“Jenis-jenis ini kita tidak dapatkan ditempat lain, ini termasuk jenis yang hampir punah. Bila RUU nanti tidak memperhatikan jenis ini, sama saja mereka mati sebelum lahir, flora dan fauna ini,” tutur Djoko saat forum FGD bersama komisi IV DPR RI di Fakultas Kehutanan UGM pukul 11.30 Wib.

Endemisme yang tinggi berupa 165 jenis mamalia, 397 burung, lebih dari 150 reptilia dan lebih dari 100 amphibi.

Sementara untuk satwa yang dilindungi berdasarkan PP No 7 Tahun 1999 :236 meliputi 70 jenis mamalia, 93 jenis aves, 31 jenis repti, 7 jenis pisces, dan 20 jenis insecta.

Djoko mendorong revisi RUU Karantina, Ikan dan Tumbuhan ini mengayomi semua jenis hewa. Bahkan untuk tindakan konkretnya, Djoko mengusulkan dibentuknya badan intelejen hewan.

Peran intelejen sempat disinggung dalam bab XI pasal 70 RUU Karantina ini. intelejen nantinya berfungsi mengumpulkan informasi dan bahan keterangan tentang pemasukan dan pengeluaran- kemungkinan upaya bioterorisme.

“Ancaman Bioterorisme masuknya hewan tumbuhan itu berkait dengan senjata kimia, ini misal jeruk dikembangkan dengan produk yang teknologi yang cepat tumbuh padahal produknya dari kita. Ini arah ke persaingan ekonomi,” jelas Djoko.
|Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next