Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Rizal Ramli menilai struktur ekonomi Indonesia bagaikan gelas anggur

Rizal Ramli menilai struktur ekonomi Indonesia bagaikan gelas anggur

AMBON - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini bagaikan gelas anggur. Struktur di bagian atasnya banyak pengusaha besar yang tidak efisien, namun terus dibantu untuk lebih menjadi besar.

“Kebijakan penting sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan selama struktur ini masih terus begini,” ujar Ramli, Sabtu (25/2) dalam acara Seminar Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan Politik, Hukum, dan Ekonomi” di Islamic Center Ambon.

Rizal juga mengatakan bahwa saat ini banyak pakar ekonomi yang tidak mencoba melihat struktur ekonomi Indonesia, sehingga akar masalahnya tidak terjawab. Bagian yang atas yang besar merupakan pengusaha-pengusaha besar, sedangkan bagian bawah yang kecil merupakan pengusaha menengah dan pengusaha kecil.

“Kondisi yang demikian itulah yang disebut dengan sosialisme yang terbalik. Dan sosisalisme yang terbalik menjadi sumber ketidakadilan sosial,” paparnya.

Kebijakan penting di negara kita sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Yang berada di atas, menguasai segalanya. Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan beroperasi dan keuntungannya sedikit sekali.

“Selama struktur ekonomi di Indonesia masih masih seperti ini, jangan bermimpi tentang keadilan dan kedaulatan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Rizal Ramli juga menjelaskan apabila kita ingin menjadi negara berdaulat ekonomi dan sosial, strukturnya harus berubah. “Inilah tugas besar bagi Muhammadiyah dan NU. Struktur gelas anggur harus menjadi struktur piramida,” jelasnya.

Apabila struktur ini dibangun struktur ini dibangun, demokrasi akan lebih sustainable. “Selain itu kita harus melakukan tranformasi dan ditambah inovasi diberi kemudahan pajak, sehingga dapat membantu usaha yang masih kecil,” tutupnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next