Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rizal Ramli menilai struktur ekonomi Indonesia bagaikan gelas anggur

Rizal Ramli menilai struktur ekonomi Indonesia bagaikan gelas anggur

AMBON - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengatakan bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini bagaikan gelas anggur. Struktur di bagian atasnya banyak pengusaha besar yang tidak efisien, namun terus dibantu untuk lebih menjadi besar.

“Kebijakan penting sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan selama struktur ini masih terus begini,” ujar Ramli, Sabtu (25/2) dalam acara Seminar Tanwir Muhammadiyah “Kedaulatan Politik, Hukum, dan Ekonomi” di Islamic Center Ambon.

Rizal juga mengatakan bahwa saat ini banyak pakar ekonomi yang tidak mencoba melihat struktur ekonomi Indonesia, sehingga akar masalahnya tidak terjawab. Bagian yang atas yang besar merupakan pengusaha-pengusaha besar, sedangkan bagian bawah yang kecil merupakan pengusaha menengah dan pengusaha kecil.

“Kondisi yang demikian itulah yang disebut dengan sosialisme yang terbalik. Dan sosisalisme yang terbalik menjadi sumber ketidakadilan sosial,” paparnya.

Kebijakan penting di negara kita sudah banyak dibeli oleh pengusaha besar. Yang berada di atas, menguasai segalanya. Ada sekitar 40 juta usaha kecil rumah tangga yang masih kesulitan beroperasi dan keuntungannya sedikit sekali.

“Selama struktur ekonomi di Indonesia masih masih seperti ini, jangan bermimpi tentang keadilan dan kedaulatan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Rizal Ramli juga menjelaskan apabila kita ingin menjadi negara berdaulat ekonomi dan sosial, strukturnya harus berubah. “Inilah tugas besar bagi Muhammadiyah dan NU. Struktur gelas anggur harus menjadi struktur piramida,” jelasnya.

Apabila struktur ini dibangun struktur ini dibangun, demokrasi akan lebih sustainable. “Selain itu kita harus melakukan tranformasi dan ditambah inovasi diberi kemudahan pajak, sehingga dapat membantu usaha yang masih kecil,” tutupnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next