Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Revitalisasi pasar tradisional "masih galau"

Revitalisasi pasar tradisional "masih galau"

Jogjakarta-KoPi| Setiap tahun Dinas Pengelola Pasar melakukan revitaslisasi pasar. Pelaksanaan revitaslisasi bertahap, setiap tahunnya menargetkan 2-3 pasar dari 31 pasar se-Jogja. Tahun 2015 pihak dinas merenovasi tiga pasar.

“Revitalisasi pasar dilakukan pada pasar Waru, Kranggan, dan ada pasar satu lagi. Konsepnya revitalisasi penataan ulang mencakup bangunan dan kelengkapan pasar. nanti ditata lahan parkir, fasilitas kamar mandi, musholla, kantor lurahnya. Kita tata, ditata lebi bagus dengan zona-zonanya”, jelas  Kepala Pengembangan Dinas Pasar Kota Jogjakarta, Rudi Firdaus.

Pihak dinas menargetkan renovasi pasar Kranggan selesai tahun 2015 ini. Namun Rudi mengakui adanya kendala revitaslisasi di lapangan lahan pasar Kranggan terlalu sempit.

“Kita tata ulang agar lebih bagus dan lebih nyaman, tapi Kranggan lahannya terlalu sempit masuknya jadi susah. Dulu mau dibikin basment tapi biaya besar nggak mampu, paling kalau ditata, masuk sudah lumayan”, kata Rudi.

Menurut pedangang makanan pasar Kranggan Yudiah (53) mengatakan rencana revitalisasi mulai April menjadi mundur bulan Juni awal. Pasalnya beberapa pertimbangan dari pihak dinas. Yudiah atau yang akrab disapa bu Yayu juga mengatakan keresahan dari pedagang terkait lokasi barunya.

“Pedagang di sini juga ada yang galau gitu, kalau yang dapat sepi ya bingung juga, kalau pas gak dilewatin orang”, papar Yayu.

Selain Kranggan pihak dinas juga sempat mengagendakan revitalisasi pasar Demangan komplek Gejayan. Sayangnya pihak dinas belum menemukan lokasi penampungan sementara pedagang. Alhasil rencana revitalisasi mandeg hingga sekarang ini. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next