Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Rembang masih melawan

Rembang masih melawan

Rembang-KoPi| Keputusan hakim sidang PTUN (Peradilan Tata Usaha Negara) tahun 16 April 2015 lalu memenangkan pihak PT. Semen Indonesia (PT. SI). Keputusan yang terjadi sebulan lalu masih menyisakan luka di hati para warga Rembang.Setelah keluarnya putusan sidang PTUN kabar dari Rembang seolah meredup, namun penolakan justru semakin gencar dilakukan oleh warga.

Masyarakat Rembang menilai keputusan hakim kurang bijaksana. Pasalnya hanya membahas masalah kadaluarsa pengaduan warga bukan alasan dasar penolakan warga.

Menurut salah satu aktivis Rembang Dwi Cipta mengatakan masyarakat tetap menolak pembangunan pabrik semen meskipun kini pembangunannya hampir 50 %. Bahkan saat sidang PTUN berlangsung pembangunan sudah mencapai 40 %.

“Warga kini masih bertahan di tenda-tenda, dengan dijaga keamanan sangat ketat dari aparat”, papar Dwi Cipta ditemui setelah diskusi Film Semen Vs Samin di LKiS Jogjakarta.

Warga Rembang kini berupaya mengajukan banding. Warga berdalih tenggat 90 hari untuk sosialisasi pembangunan PT . SI tidak mengkutsertakan warga sepenuhnya hanya warga yang pinggir yang diundang menghadiri sosialisasi PT. SI.

Alasan warga masih menengahkan resiko kerusakan lingkungan hidup akibat penambangan pasir nantinya. Hal itu dikuatkan oleh pakar Geologi UPN Eko Teguh Paripurno aktivitas penambangan dalam jangka panjang akan merusak air warga Rembang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwi Cipta fenomena karst di bagian karst Kendeng secara morfologis eksokars, indokars, serta sistem sungai bawah tanah telah terbentuk sejak dahulu. Adanya perubahan ekosistem memicu bencana ekologis banjir dan kekeringan bagi sekitar kawasan warga. |Luthfia Lathifatul KLM, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next