Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ratusan peserta ikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah"

Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.) Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.)
Padang-KoPi| Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Tampil sebagai pembahas Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat FAM Indonesia) dan Boy Chandra (Novelis).
 
Banyak kejutan-kejutan tidak tertuga dalam novel KIS. Penulisnya lihai ‘mengelabui’ pembaca sehingga alur dan ending cerita tidak mudah ditebak. “Bahasanya mengalir, to the point, dan setiap bab mengundang rasa penasaran,” ujar Muhammad Subhan.
 
Sementara dari segi kover dan judul, Boy Chandra menilai, novel KIS cukup bernilai jual. Sebab, katanya, sebelum orang membaca sebuah buku, tampilan kover dan judul ikut memengaruhi minat orang membaca buku tersebut.
 
“Tampilan luar buku menarik, dan ini diimbangi pula dengan tampilan isinya. Penulis KIS seorang pembaca yang baik sehingga ia mampu menulis dengan baik,” paparnya.
 
Menurut Nova Eka Putri, novel KIS ditulisnya dalam waktu 7 hari. Itu pun dengan cara meminjam laptop teman-temannya di kos, sebab laptop miliknya dijabret bersama tas ketika ia dalam perjalanan pulang kampung ke Pariaman pada 24 September 2014. 
 
Insiden penjabretan itu menyebabkan ia terjatuh dari sepeda motor sehingga mengalami luka serius di wajah dengan 16 jahitan.
 
“Saya tidak ingin mengingat kejadian pahit itu, tapi saya berusaha bangkit dengan cara berkarya lewat novel KIS,” ujar Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UNP ini.
 
Di kampus, Nova Eka Putri dikenal sebagai aktivis dengan seabrek kegiatan, di antaranya Sekretaris Menteri BEM UNP (2014-2015), MC, moderator, English Debater, dan entrepreneur muda.|Rel
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next