Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ratusan peserta ikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah"

Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.) Foto: BEDAH NOVEL -- Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. (Foto: IST.)
Padang-KoPi| Sebanyak 200-an peserta mengikuti bedah novel “Kamu Itu Subhanallah (KIS)” karya Nova Eka Putri, Kamis (14/5), di aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Tampil sebagai pembahas Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat FAM Indonesia) dan Boy Chandra (Novelis).
 
Banyak kejutan-kejutan tidak tertuga dalam novel KIS. Penulisnya lihai ‘mengelabui’ pembaca sehingga alur dan ending cerita tidak mudah ditebak. “Bahasanya mengalir, to the point, dan setiap bab mengundang rasa penasaran,” ujar Muhammad Subhan.
 
Sementara dari segi kover dan judul, Boy Chandra menilai, novel KIS cukup bernilai jual. Sebab, katanya, sebelum orang membaca sebuah buku, tampilan kover dan judul ikut memengaruhi minat orang membaca buku tersebut.
 
“Tampilan luar buku menarik, dan ini diimbangi pula dengan tampilan isinya. Penulis KIS seorang pembaca yang baik sehingga ia mampu menulis dengan baik,” paparnya.
 
Menurut Nova Eka Putri, novel KIS ditulisnya dalam waktu 7 hari. Itu pun dengan cara meminjam laptop teman-temannya di kos, sebab laptop miliknya dijabret bersama tas ketika ia dalam perjalanan pulang kampung ke Pariaman pada 24 September 2014. 
 
Insiden penjabretan itu menyebabkan ia terjatuh dari sepeda motor sehingga mengalami luka serius di wajah dengan 16 jahitan.
 
“Saya tidak ingin mengingat kejadian pahit itu, tapi saya berusaha bangkit dengan cara berkarya lewat novel KIS,” ujar Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UNP ini.
 
Di kampus, Nova Eka Putri dikenal sebagai aktivis dengan seabrek kegiatan, di antaranya Sekretaris Menteri BEM UNP (2014-2015), MC, moderator, English Debater, dan entrepreneur muda.|Rel
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next