Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

PWNU Jogja: Perubahan gelar sultan pengingkaran amanat leluhur

PWNU Jogja: Perubahan gelar sultan pengingkaran amanat leluhur

Jogjakarta-KoPi| Sabda raja yang disampaikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 30 April 2015 dan penjelasannya tanggal 8 Mei 2015 telah menyulut kontrovesi di kalangan masyarakat sekaligus menghawatirkan masa depan keistimewaan Jogjakarta ke depan.

Perubahan gelar sultan tersebut mengagetkan kalangan NU Jogja, secara pribadi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menyatakan sikap terhadap perubahan gelar sultan.

PWNU Jogja menyampaikan sembilan sikap di antaranya menyoal kasultanan bagian dari pengabdian kepada Allah swt. Adanya perubahan gelar sultan, PWNU Jogja menganggap telah menggganggu kemaslahatan masyarakat.

“PWNU memandang Kasultanan bukanlah semata institusi politik dan ekonomi melainkan sarana mengabdi kepada Allah SWT secara tulus dalam menjaga keamanan, ketentraman, kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat”, kata Wakil Khatib, Dr. Kyai Hilmy Muhammad MA pada jumpa pers di gedung PWNU Jogja pukul 10.00 WIB.

Sultan telah mengubah gelarnya dari “Ngarso Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubuwono Senapati Ing Ngalogo Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Sedasa ing Ngayogyokarto Hadiningrat” menjadi Ngarso Dalem Sampean Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram, Senopati Ing Ngalogo, Langgeng Ing Bawono Langgeng, Langgeng Ing Toto Panotogomo.

Menurut PW NU Jogja penggantian gelar telah menghianati amanat leluhur. “Gelar sultan sesungguhnya amanat leluhur. Ia memuat makna, filosofi, bahkan teologi yang merupakan manifestasi nilai-nilai yang dikandungnya."

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti Ngabdurrahman, Sayyidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung amanat dan sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menjaga keseimbangan alam, relijiusitas masyarakat”, papar Kyai Hilmy Muhammad. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next