Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PT. Palm Lestari Makmur jadi tersangka, masih ada 16 perusahaan lagi..

PT. Palm Lestari Makmur jadi tersangka, masih ada 16 perusahaan lagi..
KoPi| Nasib warga Riau dalam bencana Asap sudah menemukan titik terang. Meskipun kabut asap masih mereka hirup setiap hari, namun pelaku dibalik asap tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka korporasi. Salah satunya adalah PT. Palm Lestari Makmur, milik Singapura yang berada di Kabupaten Inhu, Riau.

Perusahaan yang lahannya terbakar seluas 29 hektar ini disampaikan oleh Direktur Resere Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Arif Rahman Hakim, Selasa (20/10). Arif akhirnya menyatakan jika status perusahaan tersebut telah menjadi tersangka “Ya sudah (tersangka korporasi). Kalau perorangannya masih kita pastikan dulu si A, si B-nya,” ujarnya seperti yang dilansir dari goriau.com.

Sebelumnya, PT Langgam Inti Hibrindo yang lahannya terbakar seluas 533 hektar telah dinyatakan tersangka lebih dulu. Dua pelaku pembakaran hutan dengan lahan paling luas ini sudah bersanding di meja hukum. Sehingga bencana asap yang telah membunuh puluhan warga ini mulai menuai titik lega.

Masih ada 16 perusahaan yang menurut kepolisian Riau diduga lalai sehingga lahannya terbakar. Namun, sejauh ini pihak kepolisian baru menangkap dua perusahaan yang memiliki lahan paling besar. “Baru dua, tapi tunggulah, ada yang spektakuler beberapa hari ke depan,” ujar Arif.

Menurut Arif, pihaknya saat ini sedang melakukan proses pemeriksaan dari saksi ahli. Sehingga ke depannya, mereka bisa menetapkan perusahaan perusahaan yang terlibat sebagai tersangka korporasi.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next