Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Psikolog: "Pelaku eksibisionisme punya rasa inferior"

Psikolog: "Pelaku eksibisionisme punya rasa inferior"
Surabaya-KoPi| Perilaku seksual menyimpang adalah tindakan mencapai kepuasan seksual melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan kesepakatan sosial. Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Margaretha, secara psikologis pelaku penyimpangan seksual sebenarnya adalah orang yang tidak mampu membangun relasi intim dengan seseorang.
 

Yang namanya hubungan seksual perlu membangun sebuah relasi, dan hal itu membutuhkan skill seperti kemampuan berkomunikasi, negosiasi, menyelesaikan konflik, dan seterusnya. Kegagalan membangun relasi intim menyebabkan pelaku penyimpangan seksual sulit memenuhi kebutuhan seksual secara sehat dan tepat.

"Hal itu bisa disebabkan karena ketidakpercayaan diri, inferioritas, kurangnya kemampuan membangun hubungan yang mendalam, trauma, atau masalah eksternal lain. Karena itu, ia hanya dapat mencapai kepuasan seksual dengan cara-cara yang menyimpang," tutur Margaretha.

Eksibisionis merupakan salah satu perilaku seksual menyimpang di mana pelakunya memamerkan atau mengekspos alat kelaminnya. Ia mendapat kepuasan seksual jika melihat korbannya terkejut. 

"Jadi pelakunya dapat mencapai klimaks hanya dengan melihat reaksi terkejut orang lain. Ia tidak perlu bersentuhan. Karena ini adalah penyimpangan, tentu saja caranya salah berdasarkan norma sosial, dan cenderung menjadi pelanggaran hukum, terutama unsur kesusilaan," jelas Margaretha.

Ada banyak perbagai perilaku menyimpang seksual selain eksibisionisme. Perilaku tersebut antara lain pedophilia (melakukan hubungan seksual dengan anak di bawah umur), fetisisme (dengan benda mati), necrophilia (dengan jenazah), sadisme (mencapai kepuasan seksual dengan menyakiti atau merendahkan pasangan), masokisme (mencapai kepuasan seksual dengan cara disakiti atau direndahkan), dan masih banyak lagi.

Apa mungkin eksibisionis bisa berubah menjadi pemerkosa? Margaretha mengatakan selama ini ia tidak pernah menemukan literatur yang menyebutkan demikiian. Eksibisionisme dan pemerkosaan adalah dua perilaku yang berbeda. Pemerkosaan membutuhkan agresi dan membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi untuk mendominasi korban. Sebaliknya eksibisionis biasanya dilakukan orang yang merasa dirinya inferior atau tidak percaya diri.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next