Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

"Promosi" Dinkes ke masjid-masjid belum optimal

Jogjakarta-KoPi| Dinas kesehatan DIY melaunching promosi kesehatan ke masjid dan musholla di kota Jogjakarta pukul 10.30 WIB di ruang Bima, Balaikota Yogyakarta.Promosi kesehatan ini bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia. Menurut Kepala Bidang Promosi Dinkes, Tri Mardoyo acara ini bertujuan memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Target promosi akan dilaksanakan pada 100 masjid-musholla di kota Jogjakarta. Promosi ini lanjutan dari program promosi pada tahun 2014 lalu. Hingga kini sudah mencakup 200 masjid dan musholla.

Berdasarkan data dari Dinkes perkembangan penyakit di Jogja sangat memerlukan penanganan dan pencegahan yang insentif. Ditambah perkembangan penyakit menular di kota Jogja belum menunjukan tanda-tanda menurun.

“ Bahkan penyakit degeneratif cenderung naik seperti hipertensi. Sementara angka kematian di Jogja dari tahun 2011-2014 cenderung naik, meskipun tingkat kesehatannya masih tinggi daripada rata-rata nasional. Secara nsional umur harapan hidup Jogja paling tinggi”, papar Tri.

Melihat data tingginya penyakit di Jogja, promosi Dinkes ini menjadi terobosan baru. Upaya melakukan promosi temapat-tempat ibadah diharapkan mampu menjangkau kondisi masyarakat.

Bentuk promosi berupa CD pembelajaran dan tips menjaga kebersihan dan kesehatan. Salah satu audio memuat cara mencegah peredaran diare, DBD, dan leptyosirosis  terkait kebersihan lingkungan.

“ Para takmir masjid akan memutar lagu-lagu maupun kultum materi promosi ini”, ujar Tri.

Secara terpisah ketua II MUI kota Drs. Jufrihansah menyambut baik upaya dari Dinkes DIY. Selama ini persoalan kesehatan turut menjadi priorotas umat Islam. Masih banyak PR yang perlu diperhatikan seperti rokok, HIV bahkan imunisasi.

Namun Drs. Jufrihansah menyayangkan program ini belum mencakup 50 % masjid musholla se- DIY.  “ Baru 100 sangat sedikit. Pasalnya ada 6000 masjid-musholla se-DIY”, Drs. Jufrihansah. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next