Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Produk olahan UMKM terkendala masuk supermarket

salah satu produk makanan olahan UMKM salah satu produk makanan olahan UMKM

Jogjakarta-KoPi| Forkom UMKM kota DIY dan Disperindagkoptan tengah berupaya memasukan produknya ke toko modern dan supermarket. Sebelumnya produk UMKM sempat menghiasi rak-rak di beberapa supermarket terkenal.

Namun anggota forkom Kecamatan Danurejan, Winaryati. S,Si menyayangkan produk UMKM tersebut belum memilki kontinuitas tetap, hanya beberapa bulan. Selain itu belum semua jenis produk bisa masuk di supermarket.

"Barang kerajinan, masuk di supermerket, tapi yang produk makanan olahan belum bisa masuk,"jelas Winaryanti saat ditemui pada pentas kesenian Pakualaman pada Sabtu, tanggal 6 Februari 2016.

Winaryanti menambahkan pemasaran produk makanan olahan UMKM di supermarket masih terkendala persoalan administratif, seperti uji kelayakan dari badan POM dan sertifikasi. Pengurusan tersebut memakan waktu yang lama sekaligus biaya yang mahal.

Namun pihak UMKM beserta instansi terkait mengupayakan bisa lolos badan POM. "Mengurusnya mahal, satu produk sekitar satu juta, nah kita punya banyak produk olahan jenisnya banyak,"kata Winaryanti.

Sementara untuk pemasaran produk yang kini berjalan sebatas pemasaran sendiri, menyewa di Xt. Square dan mengandalkan event tertentu, seperti event kesenian insidental.

Selain itu besar harapan Winaryanti agar UMKM memiliki kios sendiri. "Kios itu ada di tempat yang ramai seperti sumnor, saat ini kan nyewa,"pungkasnya.

Forkom UMKM Jogja membawahi UKM kecil yang terdiri dari 14 kecamatan. Mereka memproduksi makanan olahan tanpa pengawet dan makanan olahan ikan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next