Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Presiden Jokowi mesti membicarakan pencemaran Laut Timor

haluan haluan

Kupang-KoPi| Alumnus Universitas Nasional Australia (ANU) Gregorius Neonbasu SVD, PhD mendesak Presiden Joko Widodo mengangkat isu pencemaran Laut Timor sebagai salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuannya dengan PM Australia Malcolm Turnbull di Australia dalam kunjungan nya pada November 2016 ini.

"Agenda tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh lebih dari 13.000 petani rumput laut asal Nusa Tenggara Timur di Pengadilan Federal Australia yang menjadi korban dari pencemaran tersebut," kata Neonbasu yang juga rohaniawan Katolik itu kepada pers di Kupang, Senin.

Tumpahan minyak mentah bercampur bubuk kimia sangat beracun dispersan yang mencemari hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor itu akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor pada 21 Agustus 2009.

Sebagian besar wilayah pesisir selatan kepulauan Nusa Tenggara Timur mengalami pencemaran sehingga upaya budidaya rumput laut yang dilakukan masyarakat pesisir menjadi gagal total, dan hasil penangkapan nelayan yang bersumber dari Laut Timor juga mengalami penurunan yang signifikan.

"Sebagian besar nelayan kita sudah hengkang ke wilayah perairan Sumatera dan Kalimantan untuk mencari sumber kehidupan baru di sana," komentar Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor (Antralamor) H Farren Mustafa kepada Antara secara terpisah.

Neonbasu yang juga Ketua Dewan Riset Daerah Nusa Tenggara Timur itu mengatakan pertemuan Jokowi-Malcolm berada pada suatu dimensi waktu yang tepat di tengah lebih dari 13.000 petani rumput laut yang sedang menggugat PTTEP Australasia secara "class action" di Pengadilan Federal Australia di Sydney sejak 22 Agustus 2016.

"Masalah rumput laut, itu persoalan kecil,tetapi masih ada persoalan yang lebih besar lagi yang harus dibicarakan oleh Jokowi-Malcolm seperti restorasi wilayah perairan Laut Timor, kerusakan ekosistem laut, dampak kesehatan yang dialami oleh masyarakat pesisir, dan nelayan NTT serta sebuah legal preseden dalam kasus ini sangat penting bagi kedua negara," kata antropolog budaya dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang itu.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next