Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Presiden Ingatkan TNI Siaga Antisipasi Gangguan Keutuhan NKRI

sumber:Sindo.news sumber:Sindo.news

Cilegon-KoPi| Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap segala gangguan yang merusak keutuhan NKRI harus selalu dijaga. Dewasa ini, gangguan baik dari dalam maupun luar negeri terhadap Pancasila sebagai dasar negara terlihat nyata.

"Tidak ada jalan lain bahwa kita harus bergegas membangun fondasi ekonomi nasional kita yang Indonesia-sentris sebagaimana tuntutan Doktrin Pertahanan Semesta yang dipegang teguh oleh TNI, menjaga stabilitas politik dan keamanan, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap negara kita," ucap Presiden di hadapan ribuan prajurit yang mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI pada Kamis pagi, 5 Oktober 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten.

Selain itu, dalam dunia yang semakin terbuka ini, tak ada lagi yang dapat ditutup-tutupi. Segala kabar terkait suatu negara dapat dengan mudahnya tersebar cepat. Maka, untuk mendukung pembangunan nasional, tak ada pilihan lain selain berupaya memberikan pesan bahwa Indonesia adalah negara yang stabil.

"Sinergi antara TNI dengan institusi lain dalam pemerintahan dan dengan seluruh komponen bangsa adalah mutlak untuk dijaga dan ditingkatkan," tegasnya.

Presiden lalu mengatakan, dirinya teringat pada naskah ikrar yang selalu dibacakan pada setiap upacara Hari Kesaktian Pancasila.

"Bahwa sejak kemerdekaan NKRI diproklamirkan, telah banyak rongrongan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan karena kelengahan dan kekurangwaspadaan kita," tuturnya,

Oleh karenanya, sejak saat itu, kita pun bertekad untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila sebagai sumber kekuatan untuk menggalang kebersamaan demi keutuhan NKRI.

"Kita tidak boleh lengah, kita harus bersatu. TNI dengan institusi lain dalam pemerintahan dan dengan seluruh komponen bangsa harus bersinergi dan solid, harus bersatu padu dan bahu membahu," lanjutnya di penghujung amanat.

Untuk diketahui, setelah amanat inspektur upacara selesai dibacakan, peringatan HUT ke-72 TNI kali ini dilanjutkan dengan sosio drama mengenai Jenderal Besar Sudirman diikuti dengan demonstrasi keterampilan prajurit TNI.

Presiden Joko Widodo yang menyaksikan di mimbar bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto
tampak serius dan terpukau melihat aksi para prajurit TNI dari berbagai matra yang unjuk kebolehan.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla dalam upacara peringatan tersebut di antaranya sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja dan para duta besar dari negara sahabat. Tampak hadir pula Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno dan Ibu Tuti Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-11 Boediono serta Ibu Sinta Nuriyah Wahid.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next