Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PP Muhammadiyah: Teror bom di Jakarta bukan pengalihan isu Freeport

PP Muhammadiyah: Teror bom di Jakarta bukan pengalihan isu Freeport

Jogja-KoPi| Aksi teror bom di Jakarta diduga sebuah aksi kekerasan dengan target untuk meneror Negara. Demikian H. Abdul Mukti, Sekjen PP Muhammadiyah dalam siara pers (14/1) di Gedung Muhammadiyah Yogyakarta.

"Karena yang dibom itu Pos Polisi, dan Pos Polisi itu merupakan simbul dari kenegaraan," kata H. Abdul Mukti. Pihak Muhammadiyah mengecam keras tindakan pelaku teror serangan bom di kawasan Jl. Thamrin Jakarta, yang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa karena menyangkut hajat hidup kemanusiaan.

Abdul Mukti juga menepis spekulasi sebagaian masyarakat bahwa aksi teror ini merupakan sebuah konspirasi demi pengalihan isu Freeport atau yang lain.

"Tidak ada kaitannya dengan Freport, Gafatar, ISIS ataupun aliran lainnya,"tegas Mukti.

Muhammadiyah mendesak agar aparat keamanan, khususnya kepolisian dan Badan Intelejen Negara (BIN) segera mengusut tuntas motif dan pelaku pengeboman secara profesional, obyektif, dan seksama.

Hal ini penting untuk mengantisipasi munculnya indikasi serangan ISIS dan gerakan lainnya yang dapat memprovokasi masyarakat, apalagi dengan mengatasnamakan agama.

"Sebelum ada bukti yang akurat mbok ya jangan terlalu cepat untuk mengambil keputusan kalau aksi ini merupakan serangan dari faham radikal,"tegas Mu’ti.

Lebih lanjutnya Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Umum PP Muhammadiyah menambahkan bahwa semua daerah dan negara pernah merasakan kejadian yang sama seperti ini, karena tidak ada negara yang bebas dari teror dan konflik di dalamnya, oleh karena itu cara menghadapinya pemerintah harus bersikap obyektif dalam bertindak.

"Kita semua berharap agar semua pihak khususnya pejabat negara, jangan melakukan spekulasi megandai-andai dalam menyimpulkan informasi untuk masyarakat,"tambah Nashir.

PP Muhammdiyah turut menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak takut, serta mempercayakan sepenuhnya masalah ini kepada pemerintah dan aparat negara.

Dalam kesempatan itu PP Muhammadyah merasa hormat dan berempati serta menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya kepada korban-korban pengeboman ini. |Cucuk Armanto|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next