Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember
Surabaya-KoPi| Di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika, PT PLN dan pemerintah akhirnya menerapkan tariff adjusment (penyesuaian) listrik. Dengan tariff adjusment tersebut, tarif listrik akan mengikuti pergerakan nilai tukar dollar, harga minyak dunia, dan inflasi bulanan.
 

Penerapan tariff adjusment tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015. Menurut Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, tariff adjusment akan diberlakukan setiap bulan.

Bambang berdalih, dengan penerapan tariff adjusment ini, tarif listrik setiap bulan dimungkinkan turun, tetap, atau naik. "Dengan mekanisme tariff adjusment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan ketiga indikator (harga dollar, minyak dunia, dan inflasi) tersebut. Pada bulan Desember secar umum tarif listrik untuk pelanggan yang tidak disubsidi mengalami penurunan," ungkap Bambang lewat siaran pers PLN.

Bambang juga menjelaskan tariff adjusment tersebut berlaku bagi golongan pelanggan yang tidak disubsidi. Misalnya rumah tangga daya 1.300 VA ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintahan daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan, dan layanan khusus.

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga kecil dengan daya 450 VA dan 900 VA, serta bisnis dan industri kecil tetap menggunakan tarif lama. Menurut Bambang, golongan ini masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Sebenarnya, tariff adjusment ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2015, namun pemerintah menunda pelaksanaannya bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Alasannya, saat itu pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next