Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember
Surabaya-KoPi| Di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika, PT PLN dan pemerintah akhirnya menerapkan tariff adjusment (penyesuaian) listrik. Dengan tariff adjusment tersebut, tarif listrik akan mengikuti pergerakan nilai tukar dollar, harga minyak dunia, dan inflasi bulanan.
 

Penerapan tariff adjusment tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015. Menurut Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, tariff adjusment akan diberlakukan setiap bulan.

Bambang berdalih, dengan penerapan tariff adjusment ini, tarif listrik setiap bulan dimungkinkan turun, tetap, atau naik. "Dengan mekanisme tariff adjusment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan ketiga indikator (harga dollar, minyak dunia, dan inflasi) tersebut. Pada bulan Desember secar umum tarif listrik untuk pelanggan yang tidak disubsidi mengalami penurunan," ungkap Bambang lewat siaran pers PLN.

Bambang juga menjelaskan tariff adjusment tersebut berlaku bagi golongan pelanggan yang tidak disubsidi. Misalnya rumah tangga daya 1.300 VA ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintahan daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan, dan layanan khusus.

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga kecil dengan daya 450 VA dan 900 VA, serta bisnis dan industri kecil tetap menggunakan tarif lama. Menurut Bambang, golongan ini masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Sebenarnya, tariff adjusment ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2015, namun pemerintah menunda pelaksanaannya bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Alasannya, saat itu pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next