Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pilkada DIY, Gunungkidul 'krisis' relawan

Pilkada DIY, Gunungkidul 'krisis' relawan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang, Bawaslu DIY menetapkan Kabupaten Gunungkidul paling rawan terjadi pelanggaran. Kerawanan ini terjadi karena ketidakseimbangan jumlah TPS yang ada dengan relawan yang tersedia.

Menurut Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib fixasi perekrutan relawan untuk Kabupaten Gunungkidul sebanyak 45 relawan. Sementara pihak panitia pengawas berhasil merekrut 196 relawan. Sehingga total 241 relawan untuk mengawal 447 TPS di Gunungkidul.

Kondisi ini relawan 1:2 dengan TPS jelas, tidak memungkinkan relawan untuk mengkover semua TPS yang ada. “Di Gunungkidul paling sedikit jumlah relawannya, satu orang relawan harus mengawasi tiga TPS sekaligus,” kata Muhammad Nahib saat konferensi pers di Kantor Bawaslu DIY pada Senin tanggal 7 Desember 2015.

 

Data relawan dari perekrutan pengawas kabupaten lain seperti Bantul terdapat 371 relawan, Sleman 418 relawan dan realawan dari Bawaslu DIY sebanyak 510 relawan.

Sementara Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri R. Werdiningsih menjelaskan potensi pelanggaran semakin diperparah dengan ketidaknetralan relawan dalam mengawasi jalannya penghitungan dan rekapitulasi suara.

“Para relawan biasanya hanya mencatat dari pihak partainya saja, tidak mencatat jalannya semua acara pencoblosan,” kata Sri R. Werdiningsih.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next