Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pidato ini membuat para pendengarnya mengepalkan tangan

Pidato ini membuat para pendengarnya mengepalkan tangan

KoPi | Pidato ini setelah selesai diucapkan, tidak sedikit yang mengepalkan tangan dan wajah berseri. Pidato yang menjadi inspirasi dan semangat bagi yang hadir pada waktu dibacakan. Para penduduk desa dari usia anak-anak sampai dewasa berkali-kali mengangguk kepala. Ekspresi wajah mereka tampak lebih segar dan bersemangat setelah pidato tanpa teks disampaikan oleh Fatma Saifullah Yusuf. Perempuan yang menjadi Ketua Umum BKOW Jawa Timur ini diundang memberi sambutan di acara Gerebek Kampung oleh IAPI Jatim dan Biro Kesmas Provinsi Jawa Timur (Sabtu, 17/10/15).

Salinan pidato berikut merupakan hasil rekaman dari KoPi.


 

Kita saat ini bersama-sama di dalam acara gerebek kampung Puteri Indonesia Jawa Timur yang diselenggarakan hasil kerjasama antara IAPI Jawa Timur  dan Biro Kesmas Provinsi Jawa Timur. Menyaksikan geliat acara ini saya ikut merasa bersemangat. Apalagi dalam situasi perekonomian nasional dan global yang masih belum stabil seutuhnya.

Pada masa kita sedang dihadapkan pada masalah perekonomian global dan nasional, setiap hari kita berhadapan dengan pertanyaan sederhana: “Bagaimana cara agar hidup kita lebih baik secara ekonomi?” Mudah dijawab?

Hampir semua orang dan yang hadir di sini akan menjawab ‘kerja keras pantang menyerah’. Yes, itu merupakan jawaban yang tepat. Tanpa kerja keras bagaimana kita bisa mengubah nasib kita? Namun demikian kerja keras masih membutuhkan tiga syarat utama.

Pertama, ilmu pengetahuan. Kalau kita tidak memiliki ilmu pengetahuan maka tidak mungkin bisa bekerja secara maksimal. Sebab ilmu pengetahuan akan membantu apa-apa saja yang bisa dikerjakan, caranya bagaimana, dan meramal dampaknya untuk diri sendiri. Misal ilmu pengetahuan tentang manajemen bisnis, memasak makanan kuliner, kerajinan tangan dan lain sebagainya. Kunci menambah ilmu adalah dengan membaca, bertanya dan menuliskannya.

Kedua, keterampilan. Yaitu kemampuan seseorang mempraktekkan ilmu pengetahuan sehingga terciptalah karya.  Kita sudah punya pengetahuan tentang makanan kuliner namun tidak disebut terampil jika tidak bisa memasaknya. Kita tahu sepakbola namun tidak bisa bermain sepakbola maka tidak disebut terampil.  Atau kita tahu cara-cara mengelola bisnis namun tidak bisa mempraktekkannya, maka itu disebut tidak termapil mengelola bisnis. Bagaimanca caranya agar memiliki keterampilan? Tentu saja berlatih secara berkala. Jangan bosan berlatih baik melalui kursus-kursus maupun mandiri.

Ketiga, hidup bekerjasama. Setelah memiliki ilmu pengetahuan dan bisa mempraktekkannya sebagai keterampilan, maka kita sudah cukup kuat. Misal, desa ini sudah ada yang bisa membuat makanan kuliner, kerajinan, dan kesenian. Maka itu merupakan modal utama untuk bisa meningkatkan perbaikan ekonomi melalui bisnis-bisnis kuliner, kerajinan atau wisata atraksi seni. Akan tetapi semua itu menjadi makin kuat ketika masing-masing anggota masyarakat yang telah berpengetahuan dan berketerampilan bisa membangun kerjasama. Masing-masing bisa saling melengkapi.

Tiga syarat utama agar bisa mengubah hidup menjadi lebih baik secara ekonomi dan sosial tersebut mau tidak mau harus dimiliki. Sehingga semangat kerja keras bisa mencapai apa yang dicita-citakan.

Terakhir namun bukan akhir dari semuanya, pada kondisi apapun setelah ikhtiar kita semua, kebahagiaan itu bisa didapatkan dari rasa bersyukur. Ketika sudah sukses secara ekonomi jika tidak bersyukur maka kebahagiaan hanyalah semu. Namun ketika belum sukses secara ekonomi namun selalu bersyukur pada allah maka kebahagiaan sudah tentu telah diraih. Mari kita ucapkan syukur bersama atas segala capaian kita hari kemarin, hari ini dan esok. Alhamdulillahi robbil ‘alamin.

Demikian apa yang bisa saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next