Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Jogja-KoPi|Perpustakaan E-Pub menyediakan 400-an buku  dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur yang disesuaikan dengan struktur buku asli sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Koordinator Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra, Tri Bagio, mengatakan terdapat 400-an buku di perpustakaan E-Pub yang berasal dari berbagai penerbit.

“Terdapat 400 buku yang berasal dari berbagai penerbit dan akan terus bertambah untuk kedepannya. Setiap ada buku referensi kami konversikan ke E-Pub karena kami mendapat pengecualian dan perlindungan dari Undang-undang. Kami difabelitas diberikan kemudahan ”, jelasnya saat diwawancarai setelah pembukaan acara Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra di Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Terdapat berbagai macam buku di perpustakaan E-Pub, diantaranya novel, buku pendidikan, buku rohani, bacaan umum, referensi-referensi kuliah, buku psikologi, serta buku motivasi yang dibuat dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur buku menyesuaikan buku aslinya, sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Sementara itu, penyandang tunanetra dapat mengakses buku-buku di perpustakaan E-Pub dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan E-Pub. Pendaftaran dapat dilakukan secara online setelah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP atau DPC Pertuni serta dari dokter.

“Surat rekomendasi digunakan untuk membuktikan bahwa pengguna adalah tunanetra dan  menjaga kepercayaan dari  penerbit, karena buku yang ada di E-Pub tidak boleh dibagikan kepada orang lain”, kata Bagio.

Bagio juga menjelaskan bahwa penyandang tunanetra hanya dapat mendowload maksimal tiga buku dalam sehari. Sedangkan untuk buku yang langsung dibaca, E-Pub tidak memberikan batasan.

“Penyandang tunanetra bebas membaca buku di perpustakaan E-Pub asal ada sambungan internet. Kalau untuk download maksimal tiga buku dalam sehari”, ujarnya.

Buku-Buku yang ada di E-Pub dapat dibaca penyandang tunanetra baik menggunakna laptop maupun smartphone dan iphone. Namun, jika menggunakan laptop pengguna harus memasang aplikasi tertentu. Sedangkan jika menggunakan smartphone atau iphone pengguna dapat memanfaatkan aplikasi talk back.

“Kalau dilaptop harus diinstal aplikasi tertentu. Kalau di smartphone atau iphone bisa menggunakan aplikasi talk back, nanti akan dibacakan buku yang mau dibaca di perpustakaan E-Pub”, jelasnya.

Selanjutnya, Bagio berharap buku-buku yang ada di Perpustakaan E-Pub mampu mempermudah penyandang tunanetra untuk memperoleh bahan bacaan dan referensi yang dibutuhkan.

"Buku-buku diperpustakaan E-Pub diharapkan dapat memudahkan mereka untuk membaca. Tidak hanya nilai lampau tapi kekinian dan dapat mempercepat pengetahuan mereka", pungkasnya

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next