Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Jogja-KoPi|Perpustakaan E-Pub menyediakan 400-an buku  dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur yang disesuaikan dengan struktur buku asli sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Koordinator Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra, Tri Bagio, mengatakan terdapat 400-an buku di perpustakaan E-Pub yang berasal dari berbagai penerbit.

“Terdapat 400 buku yang berasal dari berbagai penerbit dan akan terus bertambah untuk kedepannya. Setiap ada buku referensi kami konversikan ke E-Pub karena kami mendapat pengecualian dan perlindungan dari Undang-undang. Kami difabelitas diberikan kemudahan ”, jelasnya saat diwawancarai setelah pembukaan acara Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra di Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Terdapat berbagai macam buku di perpustakaan E-Pub, diantaranya novel, buku pendidikan, buku rohani, bacaan umum, referensi-referensi kuliah, buku psikologi, serta buku motivasi yang dibuat dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur buku menyesuaikan buku aslinya, sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Sementara itu, penyandang tunanetra dapat mengakses buku-buku di perpustakaan E-Pub dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan E-Pub. Pendaftaran dapat dilakukan secara online setelah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP atau DPC Pertuni serta dari dokter.

“Surat rekomendasi digunakan untuk membuktikan bahwa pengguna adalah tunanetra dan  menjaga kepercayaan dari  penerbit, karena buku yang ada di E-Pub tidak boleh dibagikan kepada orang lain”, kata Bagio.

Bagio juga menjelaskan bahwa penyandang tunanetra hanya dapat mendowload maksimal tiga buku dalam sehari. Sedangkan untuk buku yang langsung dibaca, E-Pub tidak memberikan batasan.

“Penyandang tunanetra bebas membaca buku di perpustakaan E-Pub asal ada sambungan internet. Kalau untuk download maksimal tiga buku dalam sehari”, ujarnya.

Buku-Buku yang ada di E-Pub dapat dibaca penyandang tunanetra baik menggunakna laptop maupun smartphone dan iphone. Namun, jika menggunakan laptop pengguna harus memasang aplikasi tertentu. Sedangkan jika menggunakan smartphone atau iphone pengguna dapat memanfaatkan aplikasi talk back.

“Kalau dilaptop harus diinstal aplikasi tertentu. Kalau di smartphone atau iphone bisa menggunakan aplikasi talk back, nanti akan dibacakan buku yang mau dibaca di perpustakaan E-Pub”, jelasnya.

Selanjutnya, Bagio berharap buku-buku yang ada di Perpustakaan E-Pub mampu mempermudah penyandang tunanetra untuk memperoleh bahan bacaan dan referensi yang dibutuhkan.

"Buku-buku diperpustakaan E-Pub diharapkan dapat memudahkan mereka untuk membaca. Tidak hanya nilai lampau tapi kekinian dan dapat mempercepat pengetahuan mereka", pungkasnya

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next