Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Perpustakaan E-Pub sediakan 400-an buku untuk Tunanetra

Jogja-KoPi|Perpustakaan E-Pub menyediakan 400-an buku  dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur yang disesuaikan dengan struktur buku asli sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Koordinator Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra, Tri Bagio, mengatakan terdapat 400-an buku di perpustakaan E-Pub yang berasal dari berbagai penerbit.

“Terdapat 400 buku yang berasal dari berbagai penerbit dan akan terus bertambah untuk kedepannya. Setiap ada buku referensi kami konversikan ke E-Pub karena kami mendapat pengecualian dan perlindungan dari Undang-undang. Kami difabelitas diberikan kemudahan ”, jelasnya saat diwawancarai setelah pembukaan acara Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Buku Elektronik (E-Pub) untuk Tunanetra di Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Terdapat berbagai macam buku di perpustakaan E-Pub, diantaranya novel, buku pendidikan, buku rohani, bacaan umum, referensi-referensi kuliah, buku psikologi, serta buku motivasi yang dibuat dalam bentuk elektronik versi E-Pub dengan struktur buku menyesuaikan buku aslinya, sehingga mudah digunakan oleh tunanetra.

Sementara itu, penyandang tunanetra dapat mengakses buku-buku di perpustakaan E-Pub dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu menjadi anggota perpustakaan E-Pub. Pendaftaran dapat dilakukan secara online setelah mendapatkan surat rekomendasi dari DPP atau DPC Pertuni serta dari dokter.

“Surat rekomendasi digunakan untuk membuktikan bahwa pengguna adalah tunanetra dan  menjaga kepercayaan dari  penerbit, karena buku yang ada di E-Pub tidak boleh dibagikan kepada orang lain”, kata Bagio.

Bagio juga menjelaskan bahwa penyandang tunanetra hanya dapat mendowload maksimal tiga buku dalam sehari. Sedangkan untuk buku yang langsung dibaca, E-Pub tidak memberikan batasan.

“Penyandang tunanetra bebas membaca buku di perpustakaan E-Pub asal ada sambungan internet. Kalau untuk download maksimal tiga buku dalam sehari”, ujarnya.

Buku-Buku yang ada di E-Pub dapat dibaca penyandang tunanetra baik menggunakna laptop maupun smartphone dan iphone. Namun, jika menggunakan laptop pengguna harus memasang aplikasi tertentu. Sedangkan jika menggunakan smartphone atau iphone pengguna dapat memanfaatkan aplikasi talk back.

“Kalau dilaptop harus diinstal aplikasi tertentu. Kalau di smartphone atau iphone bisa menggunakan aplikasi talk back, nanti akan dibacakan buku yang mau dibaca di perpustakaan E-Pub”, jelasnya.

Selanjutnya, Bagio berharap buku-buku yang ada di Perpustakaan E-Pub mampu mempermudah penyandang tunanetra untuk memperoleh bahan bacaan dan referensi yang dibutuhkan.

"Buku-buku diperpustakaan E-Pub diharapkan dapat memudahkan mereka untuk membaca. Tidak hanya nilai lampau tapi kekinian dan dapat mempercepat pengetahuan mereka", pungkasnya

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next