Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Peringatan Hari Bumi, 'Jogja Sold Out'

Peringatan Hari Bumi, 'Jogja Sold Out'

Jogjakarta-KoPi| Tumbuh suburnya bangunan di Jogjakarta berdampak merusak lingkungan. Pasalnya pembangunan mall, hotel, dan perumahan di beberapa lokasi telah merubah ekosistem dari yang sebelumnya ruang hijau menjadi bangunan konkrit.

Sedangkan di lain sisi maraknya pembangunan tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam banyak kasus, ekspansi kapital tersebut memperkuat kesenjangan ekonomi dan kemiskinan akibat hilangnya sumber penghidupan.

Ditemui disela-sela acara Public Lecturer “Hari Bumi Kritis Hari Bumi: Jogja Sold Out”, di Fisipol UGM pagi tadi Dodok menjelaskan kondisi suburnya bangunan di Jogjakarta akan berdampak buruk ke depan.
“Asatnya sumur-sumur di sekitar pembangunan hotel baru itu baru kasus Miliran, kalau ke depan Jogja asat. Kalau Jogja kering bisa bayangkan, di Wringin Uring untuk wisata masuk, itu bisa sampai nggak ada daunnya lho”, kritik Dodok warga Miliran.

Secara tegas Dodok mengajak masyarakat untuk peduli dengan kondisi lingkungan terutama perusakannya oleh bangunan.
“Saat negara dan pengusaha berselingkuh, bahkan akademisi, terus rakyat mau gimana? Diskusi di sini, berapa orang yang bisa membantu kita 50 atau 5 orang untuk melakukan  riset tentang AMDAL dan IMB di kota Jogja”.|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next