Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Perempuan Indonesia AntiKorupsi bergerak di Jogja

Perempuan Indonesia AntiKorupsi bergerak di Jogja

Jogjakarta-KoPi| Ratusan perempuan dari berbagai elemen melakukan aksi mencuci perabotan rumah tangga secara massal. Aksi ini sebagai simbolisasi 'Cuci Bersih Korupsi' dalam rangka turut memperingati hari perempuan internasional di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta, 8 Maret 2015.

Bergabung dalam aksi tersebut Fatayat NU DIY, Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (Sabda), Jaringan Pekerja Rumah Tangga (JPRT), kalangan ibu rumah tangga, rohaniawan, politisi, akademisi, buruh, petani, dan pengusaha. Mereka tergabung dalam Perempuan Indonesia AntiKorupsi (PIA).

Aksi tersebut dimulai dari happening art sebagai lambang ritual ruwatan dalam upaya untuk menolak bala (korupsi) PIA di pinggir Jalan Brigjen Katamso dengan cara menabuh berulang kali perabot rumah tangga seperti panci dan wajan. Mereka kemudian bergerak menuju halaman kantor BPNB, yang merupakan tempat Kongres Perempuan pertama Indonesia.

Dalam aksi ini, aksi cap telapak tangan dengan cat warna warni juga dilaksanakan sebagai tanda dukungan PIA terhadap gerakan anti korupsi.

"Korupsi telah membawa dampak sistemik terhadap perempuan dan anak. Data Global Corruption Barometer, Transparency International (TI) menunjukkan bahwa perempuan merasakan dampak korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki," tegas Shinta Nuriyah Wahid dalam pernyataan Perempuan AntiKorupsi pada aksi Cuci Bersih Korupsi ini.

Sementara itu, terhadap aksi moral ini kepada KoPi, Ketua Umum Fatayat NU DIY, Isti Zusrianah yang turut bergabung dalam aksi "Cuci Bersih Korupsi" ini menyampaikan, "Fatayat sebagai ormas perempuan merasa perlu terlibat dalam gerakan anti korupsi karena perempuanlah sebenarnya yang paling besar mendapat dampak korupsi. Tetapi tidak semua perempuan terutama mereka yang tinggal di pedesaan atau pinggiran menyadarinya. Basis massa Fatayat ada di pedesaan. Oleh karena itu Fatayat merasa perlu "membuka mata" dan mengajak perempuan-perempuan lain untuk bersama-sama memerangi korupsi."

"Beberapa pengurus Fatayat juga sudah menjadi agen SPAK (Saya, Perempuan Anti Korupsi) dan telah mendapatkan pelatihan fasilitator gerakan anti korupsi yang merupakan program dari Divisi Pencegahan di KPK. Para agen ini bergerak setiap hari, di manapun untuk menyebarkan virus anti korupsi. Perempuan dianggap lebih efektif melakukan gerakan ini karena kemampuannya dalam berkomunikasi dan membangun jaringan sehingga virus anti korupsi bisa disebarkan dengan cepat, terus-menerus dan mampu masuk ke lingkungan terkecil yaitu keluarga," jelas 'Mbak Yus', panggilan akrab Isti Zusrianah|UR Sari|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next