Menu
Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Prev Next

Perda reklame, bukan hanya estetika tapi etika

Perda reklame, bukan hanya estetika tapi etika

Jogjakarta-KoPi| Senin kemarin (11/5) DPRD Kota beserta Pemkot DIY merampungkan rancangan perda reklame untuk wilayah kota. Kini draf telah dikirimkan ke pihak propinsi untuk menetapkan perundangannya. Perda reklame telah lama digarap sejak tahun 2012 namun karena alotnya diskusi antara anggota SKPD terkait proses pembahasan molor hingga tahun 2015.

Menurut anggota pansus reklame fraksi PKS, Dwi Budi Utomo harapannya perda ini segera disahkan hingga kemudian segera dibuat perlengkapan administratifnya seperti Perwal dari walikota.

Budi menjelaskan penetapan perda akan berlaku tegas. Pihak yang melanggar akan diterapkan sanksi. Pemberlakuan sanksi bertahap mulai dari sanksi administratif hingga pencopotan reklame secara paksa.

Poin penting dengan pemberlakuan perda reklame dipastikan jumlah reklame di jalan berkurang antara 30-50%. Perda merujuk pada etika dan estetika pemanfaatan tata ruang terbuka.

“Poin penting penataan reklame pada etika, estetika dan keistimewaan Jogja. Untuk etika tidak ada pemasangan reklame rokok di wilayah sekolah atau tempat ibadah. Dan juga reklame mengandung unsur-unsur keistimewaan, nanti didesain sedemikian rupa, reklame ada unsur keistimewaan Jogja”, papar Budi.

Sementara pakar rekayasa permukiman dan desain lingkungan UGM, DR. Ahmad Suwardi menyambut baik adanya perda reklame. Menurut pemantauananya ini reklame sangat semrawut.

“Kita perlu nyaman visual, kayak reklame yang menutup gedung sejarah karena reklame eksistensinya berkurang, sehingga ada istilah sampah visual”, papar Sekjur jurusan Arsitektur UGM.

Ke depannya Ahmad Suwardi berharap perda reklame berlaku positif untuk mengatur tata ruang kota agar ruang kota tidak terdegradasi.

Ahmad Suwardi sempat menyarankan agar pihak pemkot memperhatikan pemasangan reklame yang sesuai tempatnya.
“ Penataan yang kompatibel, misal untuk wilayah sekolah, kampus reklamenya yang acara pendidikan bukan reklame tentang diskotik. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next