Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peran Sosiologi dalam Demokrasi

Peran  Sosiologi dalam Demokrasi


Yogya,KoPi (21/5), Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Sosiologi III bertempat di fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Konferensi ini berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 20-21 Mei 2014. Konferensi ini dihadiri oleh para akademisi dosen sosiologi se-Indonesia, NGO, dan mahasiswa.

Tema yang diangkat “Transformasi Demokrasi Indonesia Menuju Perubahan yang bermakna”. Tema konferensi kali ini sebagai respon terhadap geliat demokarsi dewasa ini.

Tujuan konferensi diurai pada 5 poin. Pertama, memetakan praktik demokrasi secara kontekstual dan keindonesiaan. Kedua, menggali subtansi permasalahan demokrasi saat ini serta dicari resolusi akademik. Ketiga, ruang sharing gagasan dan pemikiran. Keempat merancang agenda-agenda strategis untuk demokrasi yang lebih baik. Kelima, mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat mengubah demokrasi yang lebih bermakna.

Menurut Ari selaku penanggung jawab mengatakan konferensi ini merupakan forum refleksi terkait isu-isu nasional dalam ranah sosiologi. Antusias peserta sangat tinggi lebih kolosal dibanding tahun lalu.

Perdebatan dengan isu-isu aktual seperti yang terjadi dalam kluster diskusi gender dan perempuan.

“Output kita menghasilkan gagasan kritis untuk memperbaiki demokrasi Indonesia.” Tandas Ari.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next