Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Peran Sosiologi dalam Demokrasi

Peran  Sosiologi dalam Demokrasi


Yogya,KoPi (21/5), Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Sosiologi III bertempat di fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Konferensi ini berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 20-21 Mei 2014. Konferensi ini dihadiri oleh para akademisi dosen sosiologi se-Indonesia, NGO, dan mahasiswa.

Tema yang diangkat “Transformasi Demokrasi Indonesia Menuju Perubahan yang bermakna”. Tema konferensi kali ini sebagai respon terhadap geliat demokarsi dewasa ini.

Tujuan konferensi diurai pada 5 poin. Pertama, memetakan praktik demokrasi secara kontekstual dan keindonesiaan. Kedua, menggali subtansi permasalahan demokrasi saat ini serta dicari resolusi akademik. Ketiga, ruang sharing gagasan dan pemikiran. Keempat merancang agenda-agenda strategis untuk demokrasi yang lebih baik. Kelima, mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat mengubah demokrasi yang lebih bermakna.

Menurut Ari selaku penanggung jawab mengatakan konferensi ini merupakan forum refleksi terkait isu-isu nasional dalam ranah sosiologi. Antusias peserta sangat tinggi lebih kolosal dibanding tahun lalu.

Perdebatan dengan isu-isu aktual seperti yang terjadi dalam kluster diskusi gender dan perempuan.

“Output kita menghasilkan gagasan kritis untuk memperbaiki demokrasi Indonesia.” Tandas Ari.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next