Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Peran Sosiologi dalam Demokrasi

Peran  Sosiologi dalam Demokrasi


Yogya,KoPi (21/5), Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Sosiologi III bertempat di fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Konferensi ini berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 20-21 Mei 2014. Konferensi ini dihadiri oleh para akademisi dosen sosiologi se-Indonesia, NGO, dan mahasiswa.

Tema yang diangkat “Transformasi Demokrasi Indonesia Menuju Perubahan yang bermakna”. Tema konferensi kali ini sebagai respon terhadap geliat demokarsi dewasa ini.

Tujuan konferensi diurai pada 5 poin. Pertama, memetakan praktik demokrasi secara kontekstual dan keindonesiaan. Kedua, menggali subtansi permasalahan demokrasi saat ini serta dicari resolusi akademik. Ketiga, ruang sharing gagasan dan pemikiran. Keempat merancang agenda-agenda strategis untuk demokrasi yang lebih baik. Kelima, mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat mengubah demokrasi yang lebih bermakna.

Menurut Ari selaku penanggung jawab mengatakan konferensi ini merupakan forum refleksi terkait isu-isu nasional dalam ranah sosiologi. Antusias peserta sangat tinggi lebih kolosal dibanding tahun lalu.

Perdebatan dengan isu-isu aktual seperti yang terjadi dalam kluster diskusi gender dan perempuan.

“Output kita menghasilkan gagasan kritis untuk memperbaiki demokrasi Indonesia.” Tandas Ari.

Reporter : Winda Efanur FS

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next