Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penyerangan Penyidik KPK jadi titik puncak upaya pelemahan KPK

Penyerangan Penyidik KPK jadi titik puncak upaya pelemahan KPK

Jogja-KoPi| Penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan terkait erat dengan masalah korupsi yang sedang ditangani KPK dan titik kulminasi atau puncak dari segala bentuk pelemahan KPK.

 

Penyerangan yang terjadi pada Novel Baswedan merupakan titik kulminasi dari segala bentuk pelemahan KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi.

"Ini bukan yg pertama upaya pelemahan KPK. Pelemahan dilakukan baik secara yudisial dan fisik, baik beradab hingga yang biadab dengan penyerangan", kata Eko, PUSHAM UII, saat konverensi pers di PUKAT UGM, Selasa (11/4).

Selain itu penyerangan ini juga diyakini terkait erat dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh KPK.

"Kami menyakini penyerangan ini memiliki keterkaitan erat dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK, baik kasus e-KTP dan kasus-kasus lainnya", jelas Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM.

"Terdapat desain di dalamnya, dan ada dalang di dalam penyerangan ini. Ini bukan penyerangan biasa", tambahnya.

Sementara itu, Eko juga menyakini bahwa penyerangan ini bukanlah tindakan individual melainkan tindakan yang didesain untuk pelemahan KPK.

"Ini bukan individual dan patut diduga adalah mereka yang memiliki kuasa", tuturnya.

Untuk itu negara harus bertanggung jawab atas semua tindakan ini, dan tidak membiarkannya begitu saja. Harus ada penangan yang serius terhadap tindakan pelemahan tersebut.


Harsrun Halili, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UGM mengatakan bahwa negara sudah abai dengan teror yang dihadapi KPK.

"Negara abai dengan teror, Negara harus bertanggung jawab, Negara harus bertindak. Negara harus mengusut tuntas kasus ini, dan tangkap otak dari penyerangan", jelasnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next