Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV
Surabaya-KoPi| Peringatan Hari AIDS Internasional menjadi saat untuk mengintrospeksi program kesehatan pemerintah dalam menanggulangi HIV-AIDS. WHO mencatat penurunan jumlah infeksi baru virus HIV. Namun, di Indonesia, jumlah pasien HIV tetap meningkat.
 

WHO mencatat sejak tahun 2000 ada penurunan penderita baru HIV sebesar 35 persen. Sedangkan kasus kematian akibat AIDS menurun hingga 24 persen. Namun di Indonesia, berdasar data Kementerian Kesehatan Juni 2015, penderita HIV baru di Indonesia mencapai 17.325 jiwa.

Menurut Direktur RS Khusus Infeksi Universitas Airlangga Prof. Burhan Hidayat, masalah yang dihadapi dalam pemberantasan HIV adalah penutupan lokalisasi. Lokalisasi seperti Dolly, Jarak, dan Putat Jaya sebenarnya merupakan cara yang tepat untuk mengontrol persebaran penyakit kelamin. 

"Namun penutupan lokalisasi menyebabkan munculnya praktek prosititusi terselubung. Akibatnya HIV jadi lebih susah dikontrol, karena pengumpulan data jadi lebih sulit dilakukan," ujarnya.

Prof. Burhan mengatakan, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai negara pengumpul data yang lemah. WHO selalu memasukkan Indonesia dalam tanda tanya dalam persebaran HIV.

Masalah lain adalah pro-kontra pembagian kondom pada saat peringatan Hari AIDS Internasional. Pro-kontra pembagian kondom ini juga menjadi pemicu peningkatan penderita HIV-AIDS. 

Selama ini banyak anggapan bahwa pembagian kondom berarti melegalkan seks bebas. Akibat anggapan tersebut, orang Indonesia jadi lebih beresiko melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Padahal sebenarnya tujuan dari pembagian kondom adalah sosialisasi mengenai perilaku seksual yang aman.

"Di Thailand, karena mereka memang membangun wisata seksual, mereka melakukan program kondomisasi yang ketat demi keamanan. Yang tidak mau pakai kondom dapat hukuman berat, baik mucikari, PSK, maupun pelanggannya. Sedangkan kita, mau ada upaya kondomisasi pemuka agama protes karena dianggap melindungi perbuatan yg dilarang agama," tuturnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next