Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV
Surabaya-KoPi| Peringatan Hari AIDS Internasional menjadi saat untuk mengintrospeksi program kesehatan pemerintah dalam menanggulangi HIV-AIDS. WHO mencatat penurunan jumlah infeksi baru virus HIV. Namun, di Indonesia, jumlah pasien HIV tetap meningkat.
 

WHO mencatat sejak tahun 2000 ada penurunan penderita baru HIV sebesar 35 persen. Sedangkan kasus kematian akibat AIDS menurun hingga 24 persen. Namun di Indonesia, berdasar data Kementerian Kesehatan Juni 2015, penderita HIV baru di Indonesia mencapai 17.325 jiwa.

Menurut Direktur RS Khusus Infeksi Universitas Airlangga Prof. Burhan Hidayat, masalah yang dihadapi dalam pemberantasan HIV adalah penutupan lokalisasi. Lokalisasi seperti Dolly, Jarak, dan Putat Jaya sebenarnya merupakan cara yang tepat untuk mengontrol persebaran penyakit kelamin. 

"Namun penutupan lokalisasi menyebabkan munculnya praktek prosititusi terselubung. Akibatnya HIV jadi lebih susah dikontrol, karena pengumpulan data jadi lebih sulit dilakukan," ujarnya.

Prof. Burhan mengatakan, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai negara pengumpul data yang lemah. WHO selalu memasukkan Indonesia dalam tanda tanya dalam persebaran HIV.

Masalah lain adalah pro-kontra pembagian kondom pada saat peringatan Hari AIDS Internasional. Pro-kontra pembagian kondom ini juga menjadi pemicu peningkatan penderita HIV-AIDS. 

Selama ini banyak anggapan bahwa pembagian kondom berarti melegalkan seks bebas. Akibat anggapan tersebut, orang Indonesia jadi lebih beresiko melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Padahal sebenarnya tujuan dari pembagian kondom adalah sosialisasi mengenai perilaku seksual yang aman.

"Di Thailand, karena mereka memang membangun wisata seksual, mereka melakukan program kondomisasi yang ketat demi keamanan. Yang tidak mau pakai kondom dapat hukuman berat, baik mucikari, PSK, maupun pelanggannya. Sedangkan kita, mau ada upaya kondomisasi pemuka agama protes karena dianggap melindungi perbuatan yg dilarang agama," tuturnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next