Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV

Penutupan lokalisasi dan penolakan kondom tingkatkan resiko penularan HIV
Surabaya-KoPi| Peringatan Hari AIDS Internasional menjadi saat untuk mengintrospeksi program kesehatan pemerintah dalam menanggulangi HIV-AIDS. WHO mencatat penurunan jumlah infeksi baru virus HIV. Namun, di Indonesia, jumlah pasien HIV tetap meningkat.
 

WHO mencatat sejak tahun 2000 ada penurunan penderita baru HIV sebesar 35 persen. Sedangkan kasus kematian akibat AIDS menurun hingga 24 persen. Namun di Indonesia, berdasar data Kementerian Kesehatan Juni 2015, penderita HIV baru di Indonesia mencapai 17.325 jiwa.

Menurut Direktur RS Khusus Infeksi Universitas Airlangga Prof. Burhan Hidayat, masalah yang dihadapi dalam pemberantasan HIV adalah penutupan lokalisasi. Lokalisasi seperti Dolly, Jarak, dan Putat Jaya sebenarnya merupakan cara yang tepat untuk mengontrol persebaran penyakit kelamin. 

"Namun penutupan lokalisasi menyebabkan munculnya praktek prosititusi terselubung. Akibatnya HIV jadi lebih susah dikontrol, karena pengumpulan data jadi lebih sulit dilakukan," ujarnya.

Prof. Burhan mengatakan, selama ini Indonesia juga dikenal sebagai negara pengumpul data yang lemah. WHO selalu memasukkan Indonesia dalam tanda tanya dalam persebaran HIV.

Masalah lain adalah pro-kontra pembagian kondom pada saat peringatan Hari AIDS Internasional. Pro-kontra pembagian kondom ini juga menjadi pemicu peningkatan penderita HIV-AIDS. 

Selama ini banyak anggapan bahwa pembagian kondom berarti melegalkan seks bebas. Akibat anggapan tersebut, orang Indonesia jadi lebih beresiko melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Padahal sebenarnya tujuan dari pembagian kondom adalah sosialisasi mengenai perilaku seksual yang aman.

"Di Thailand, karena mereka memang membangun wisata seksual, mereka melakukan program kondomisasi yang ketat demi keamanan. Yang tidak mau pakai kondom dapat hukuman berat, baik mucikari, PSK, maupun pelanggannya. Sedangkan kita, mau ada upaya kondomisasi pemuka agama protes karena dianggap melindungi perbuatan yg dilarang agama," tuturnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next