Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Jogjakarta-KoPi| Tahun 2016 Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebentar lagi ratusan produk luar negeri akan membanjiri pasar dalam negeri, termasuk produk tanaman hias dan buah pun akan menjadi pangsa pasar yang besar.

Menurut penjual tanaman hias, Sri Yanti MEA tidak menjadi ancaman bagi tanaman lokal. Justru MEA nanti menjadi peluang bagi penjual tanaman hias lokal.

Sri menambahkan dirinya tidak memiliki strategi khusus menghadapi MEA, terkait tanaman hias, Sri menitikberatkan pada inovasi tanaman.

"Strateginya, harus cerdas. Misalnya tanaman adonium diinovasikan, dari persilangan itu akan mengangkat tanaman," kata Sri saat ditemui di pasar Pasar Tanaman Hias pada 21 Januari 2016 .

Sri melanjutkan dirinya turut mendistribusikan tanaman hias khas Thailand tersebut. Pasalnya peminatnya semakin banyak. Terutama dari kalangan rumah tangga, seperti aglaonema. Bahkan produk tanaman hias dan buah-buahan luar negeri sudah dari dahulu masuk ke Jogjakarta. Kebanyakan produk buah-buahan dari Thailand seperti jeruk dan apel asal Thailand.

"Yang dari impor ada dari Thailand, ini aglonema merah. Asal dari sana, tapi pembibitannya di sini," jelas Sri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti Wibowo kehadiran MEA tidak mengkhawatirkan produk tanaman lokal. Yanti memandang kualitas tanaman lokal Indonesia lebih unggul dari produk luar negeri MEA.

"Iya memang Thailand lebih unggul teknologi dibanding kita, tapi di kita persilangan anggreknya bagus-bagus. Ada anggrek dari Kalimantan, Papua,"tutur Yanti salah satu penjual tanaman di pasar Pasty.

Sejauh ini Yanti menilai keterlibatan pemerintah setempat terhadap kemajuan pasar sudah bagus. Namun ke depan Yanti mengharapkan peran pemerintah lebih meningkatkan pemasaran dan kualitas dari tanaman lokal. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next