Menu
BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

Prev Next

Pengusaha yakin Pertalite lebih untungkan masyarakat

Pengusaha yakin Pertalite lebih untungkan masyarakat
Surabaya - KoPi | BBM jenis baru, Pertalite, telah mulai diujicobakan pada masyarakat. BBM yang mengandung Research Octane Number (RON) 90 ini diklaim lebih ramah lingkungan dan lebih baik bagi mesin dibandingkan Premium. Dengan harga yang lebih mahal daripada Premium namun di bawah Pertamax, Pertalite disebut lebih menguntungkan bagi masyarakat.
 

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Region Jawa Timur Rachmad Muhamadiyah mengatakan margin keuntungan yang didapat dari menjual Peralite lebih tinggi dibandingkan Premium. Rachmad mengatakan, untuk menjual Pertalite, Hiswana Migas tidak perlu mengeluarkan investasi yang besar.

Rachmad menilai, Pertalite merupakan produk yang tepat bagi mereka yang selama ini menggunakan Premium namun ingin menggantinya dengan bahan bakar dengan kualitas lebih baik. Ia bahkan memperkirakan akan ada peralihan pasar setelah Pertalite dipasarkan secara luas.

"Kemungkinan alih pasar ada. Karena sekarang ini negara lain sudah jarang menggunakan bahan bakar beroktan 88. Kebanyakan sudah pakai oktan 90," ujarnya.

Saat ini PT Pertamina tengah melakukan uji coba Pertalite di 101 SPBU di beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, Pertalite yang dijual dengan harga Rp 8.400 ini tersedia 33 SPBU di wilayah Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo.

Harga tersebut dianggap masih sesuai dengan perkiraan, karena berada di atas harga Premium namun tetap di bawah harga Pertamax. PT Pertamina mengatakan, sebagai bahan bakar non-subsidi, di masa depan harga tersebut akan diregulasi sesuai dengan naik turunnya harga minyak dunia.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next