Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pengurangan APBN bukan solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Pengurangan APBN bukan solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Sleman-KoPi|Ir.Muhammad Prakosa Komisi XI DPR RI mengatakann agar melihat kembali pengurangan anggaran atau penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

APBN Indonesia memiliki target yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% di tahun 2017. Namun, Indonesia memiliki tantangan, salah satunya dari sisi perpajakan yang menjadi pertumpuan pendapatan. Perpajakan sendiri ditargetkan tumbuh 27% ditahun 2017. Padahal menurut M. Prakosa pertumbuhan riil perpajakan pada 2015-2016 dibawah 10%.

"Penerimaan perpajakan menjadi tantangan utama fiskal tahun ini sebagai akibat dari tingginya target penerimaan pajak ketimbang pertumbuhan riil yang selama ini tercapai,"jelasnya saat mengisi kuliah umum dengan tema Outlook tantangan dan arah kebijakan 2017, di auditorium Gedung MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Jumat (24/2).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi 2016 ada di kisaran 5,02% dan mengalami kenaikan dari tahun 2015 sebesar 4,9%. Menurut M. Perkosa kemampuan perekonomian Indonesia untuk tumbuh masih terbatas akibat kinerja sektor industri,pertanian, dan pajak yang dirasa belum optimal.

M. Prakosa pun menawarkan dua opsi agar dapat menangani permasalahan APBN 2017. Opsi pertama adalah pengurangan anggaran. Pengurangan anggaran ini akan menekan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan.

Nantinya penyesuain yang selanjutnya mengarah ke pengurangan akan mempengaruhi pengeluaran konsumsi serta investasi Negara. Meski demikian, M.Prakosa memperkirakan implikasinya akan mempengaruhi target APBN 5,1% yang kemungkinan besar tidak akan tercapai.

"Implikasinya, skenario pertumbuhan 5,1 persen yang ditetapkan APBN 2017 kemungkinan besar tidak akan tercapai,"katanya.

Opsi kedua yang M. Prakosa sarankan adalah pelebaran defisit anggaran. Jika memang opsi ini terpilih, nantinya pemerintah harus melakukan perubahan kebijakan dalam hal ketentuan yang membatasi ruang gerak fiskal. Namun perubahan ini harus sesuai dengan ketentuan undang-undang keuangan negara tahun 2003, defisit anggaran dalam APBN tidak boleh melebihi 3% ratio defisit anggaran terhadap Produk domestik bruto (PDB).

M.Prakosa menghimbau sebelum mengambil perubahan strategi yang berfokus pada pembelanjaan, diperlukan sikap hati-hati dan memegang prinsip kedisiplinan fiskal.

"Akan kontraproduktif apabila tindakan ini disalahgunakan untuk kepentingan politik populis," katanya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next