Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pengganti Sultan Hamengkubuwono X mutlak laki-laki

Pengganti Sultan Hamengkubuwono X mutlak laki-laki

Jogjakarta-KoPi| Beberapa waktu yang lalu fraksi DPRD memperdebatkan posisi gubernur dan wakil guberur Jogjakarta dalam Raperdais. Setelah melewati perbincangan yang alot akhirnya enam fraksi setuju untuk mengembalikan pada UU Keistimewaan.

Pengacuan pada UU keistimewaan berdampak pada posisi gubernur Jogjakarta mutlak seorang laki-laki. Menurut Romo Tirun, salah satu kerabat Sultan Hamengkubuwono X, syarat menjadi gubernur sudah pararlel dengan UU keistimewaan.

“Kalau saya ya, sudah berdasarkan ini saja (UU keistimewaan). Sesuai pasal 18 ayat 1C, syaratnya harus bertahta menjadi sultan untuk calon gubernur dan bertahta sebagai adipati Paku Alam untuk wakil gubernur ”, paparnya.

Hal itu semakin dikuatkan dengan pasal 1M bahwa syarat bertahta sebagai HB yang menjadi gubernur wajib menyerahkan daftar riwayat hidup, pendidikan, pekerjaan, saudra kandung istri dan anak.

“Lha kenapa kok istri, lha wong ini (sultannya) laki-laki, kok”, tegas Romo Tirun.

Romo Tirun menegaskan pengganti sultan pastinya seorang laki-laki. “Bukan lagi soal gender, sultannya perempuan. Semua simbol di kraton sejak dahulu untuk menunjuk sultannya laki-laki”. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next