Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

KoPi| Setelah tragedi yang menimpa AirAsia QZ8501, pekan lalu Etihad Airways mengalami situasi buruk. Penerbangan Etihad Airways dilaporkan mengalami penundaan penerbangan selama 13 jam dan meninggalnya salah satu penumpang. Etihad dijadwalkan berangkat dari Bandara Abu Dhabi, tetapi terhalang kabut tebal.

Etihad EY23 ini dijadwalkan berangkat dari Abu Dhabi menuju Dusseldorf, Jerman, Sabtu (3/1) lalu. Pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina setelah salah seorang penumpat kedapatan tewas.

Maskapai ini merilis pernyataan untuk Khaleej Times:

"Etihad Airways mengalami aksiden yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari gangguan penerbangan dan meninggalnya seorang laki-laki di dalam pesawat.  

"Selama waktu di landasan untuk menunggu izin lepas landas, Etihad Airways memberikan layanan kepada penumpang  seperti minuman dan informasi tentang alasan penundaan penerbangan.

Namun setelah akhirnya lepas landas penerbangan ke Dusseldorf  terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina ketika seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun meninggal dipertengahan penerbangan. 

Pada hari Minggu, seorang juru bicara Etihad Airways mengkonfirmasi kematian salah satu penumpangnya.

"Etihad Airways EY23 penerbangan dari Abu Dhabi ke Dusseldorf dialihkan ke Wina pada Sabtu, 3 Januari 2015, karena keadaan darurat medis on-board yang menyangkut nyawa seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun. 

Setelah tim medis memeriksa penumpang tersebut, ia dinyatakan meninggal dunia. Kami mengucapkan belasungkawa yang terdalam untuk keluarga yang ditinggalkannya. Bagi penumpang yang lain sudah disiapkan hotel dan penerbangan alternatif lain untu ke Dusseldorf besok.

Namun pihak maskapai Etihad tidak memberikan pernyataan nama, kebangsaan dan penyebab alasan kematian. |News.com.au|Khaleej Times|MNC|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next