Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peneliti pesimis MKD tuntaskan kasus Freeport Setya Novanto

Peneliti pesimis MKD tuntaskan kasus Freeport Setya Novanto

Jogjakarta-KoPi| Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Fahmy Radhi mengaku pesimis terhadap kinerja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada penuntasan kasus Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Fahmy melihat dalam permainan politik tingkat tinggi ini kerap penuh dengan intrik dan siasat. Banyak pihak yang terlibat dalam misteri perpanjangan kontrak Freeport, tidak menutup kemungkinan MKD pun telah disusupi oleh makelar Freeport.

“Dari MKD mengundang Setya Novanto ini tidak bisa. Ini ringan ini, lihat track record Setya Novanto ini yang sama ada suap. Kalau melihat itu pesimis,” kata Fahmy Radhi seusai diskusi "Prahara Tambang Energi Nusantara" pada Senin, 30 November 2015 di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, UGM.

Meskipun pesismis terhadap kinerja MKD, Fahmy optimis terhadap dukungan masyarakat Indonesia. Semenjak kasus rekaman Setya Novanto merebak, masyarakat bersatu mendukung pemerintah untuk mengambil alih Freeport dari penguasaan Amerika Serikat.

“Tapi melihat dukungan secara online maka MKD ini akan dikawal. Ini sangat riskan bagi MKD dan DPR. Ini dukungan rakyat, Setya sudah pernah dihukum. (Jika ini terbukti) Ini berat, (pencatutan nama Jokowi-JK) Jokowi harus melaporkan ke Kabareskrim.

Sementara Ketua Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Dr.Dumairy menantang keberanian tim MKD untuk memutar utuh rekaman Setya Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoedin. Pasalnya pemutaran rekaman tersebut membuka peluang terungkapnya nama-nama baru.

“ MKD berani tidak? Memutar 120 menit yang akan mengungkan banyak nama baru,” kata Dr. Dumairy.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next