Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Peneliti pesimis MKD tuntaskan kasus Freeport Setya Novanto

Peneliti pesimis MKD tuntaskan kasus Freeport Setya Novanto

Jogjakarta-KoPi| Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Fahmy Radhi mengaku pesimis terhadap kinerja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada penuntasan kasus Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Fahmy melihat dalam permainan politik tingkat tinggi ini kerap penuh dengan intrik dan siasat. Banyak pihak yang terlibat dalam misteri perpanjangan kontrak Freeport, tidak menutup kemungkinan MKD pun telah disusupi oleh makelar Freeport.

“Dari MKD mengundang Setya Novanto ini tidak bisa. Ini ringan ini, lihat track record Setya Novanto ini yang sama ada suap. Kalau melihat itu pesimis,” kata Fahmy Radhi seusai diskusi "Prahara Tambang Energi Nusantara" pada Senin, 30 November 2015 di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, UGM.

Meskipun pesismis terhadap kinerja MKD, Fahmy optimis terhadap dukungan masyarakat Indonesia. Semenjak kasus rekaman Setya Novanto merebak, masyarakat bersatu mendukung pemerintah untuk mengambil alih Freeport dari penguasaan Amerika Serikat.

“Tapi melihat dukungan secara online maka MKD ini akan dikawal. Ini sangat riskan bagi MKD dan DPR. Ini dukungan rakyat, Setya sudah pernah dihukum. (Jika ini terbukti) Ini berat, (pencatutan nama Jokowi-JK) Jokowi harus melaporkan ke Kabareskrim.

Sementara Ketua Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Dr.Dumairy menantang keberanian tim MKD untuk memutar utuh rekaman Setya Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoedin. Pasalnya pemutaran rekaman tersebut membuka peluang terungkapnya nama-nama baru.

“ MKD berani tidak? Memutar 120 menit yang akan mengungkan banyak nama baru,” kata Dr. Dumairy.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next