Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Penataan heritage Jogja butuh model partisipatif

Penataan heritage Jogja butuh model partisipatif

Selama ini alokasi Dana Istimewa Jogja lebih banyak untuk  program kebudayaan yang terbatas pada pembangunan fisik dan event kebudayaan, demikian krtitik Raden Mas Cahyo Bandhono.

Jogjakarta-KoPiӀ Seharusnya Danais menurut anggota Arsitek Community (Arcom) ini, misalnya bisa dipergunakan untuk perbaikan menyeluruh pada komplek situs termasuk kampung sekitarnya. Ini akan sesuai dengan amanah Undang-Undang No 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan DIY “

Pemanfaatan dan pengelolaan tanah kasultanan dan kadipaten ditujukan sebesar besarnya untuk pengembangan kebudayaan, kepentingan sosial, kesejahteraan masyarakat.

“Misalnya pemda akan memperbaiki situs pesanggrahan Warung Boto, hendaknya bangunan sekitar situs seperti rumah warga juga dibuat selaras dengan situs Warung Boto. Tata ruang atau lanskapnya dibuat yang mendukung situs. Ditambah lagi, dimunculkan taman agar menunjukan itu dulunya sebuah pemandian.”
 
Dia menambahkan, untuk pola kampung sekitar situs dibuat rumah suasana Jawa. Sehingga terlihat corak era Jawa Islam. Sayangnya pemda hanya mengurusi perbaikan fisik semata. Ditambah lagi dengan keterlibatan masyarakat meramaikan situs tersebut akan menambah nilai herritage di bidang pariwisata.

Heritage Partisipatif

Kelemahan pihak pemda dalam menata ulang bangunan heritage terletak pada pemeliharaannya. Kebanyakan bangunan heritage yang dikelola pemda atau BCB (Badan Cagar Budaya) setelah selesai perbaikan menjadi museum untuk sekedar pengunjung berofoto-foto.

RM. Cahyo mengatakan fungsi tradisonal itu kurang membawa dampak yang positif. Hal tersebut terkesan bangunan heritage hanya sebagai monumen atau benda mati. Di Arcom, kata Cahyo, lebih menggalakkan model heritage partisipatif agar ada nilai tambah dari herritage dan dapat dinikmati oleh masyarakat.

Model heritage partisipatif ini bisa merujuk yang dilakukan Arcom ketika memberdayakan karang taruna di Kota Gede. Arahnya membuat rumah-rumah warga Kota Gede seperti homestay.

“Hal ini kami berdayakan pemudanya, karena mereka adalah penerus. Padahal dulu Kota Gede pernah melonjak dengan kerajinan peraknya tapi sekarang turun pamornya. Banyak tukang patrinya pindah ke Bali. Kalau keadaan seperti itu ada tiga kemungkinan pertama ada investor nakal, kedua diambil BCB, dan alternatif ketiga kita kelola sendiri. Kita pilih yang ketiga”, papar RM. Cahyo.

Menurutnya, kelebihan rumah heritage ini akan berlangsung terus-menerus berbeda dengan hotel yang boom-nya pada kurun waktu tertentu saja.

“Prediksi kita hotel memang banyak. Tapi 10-20 tahun hotel akan mati. Padahal aktivitasnya mereka pergi ke sungai. Kenapa kita tidak mebuat kampung wisata saja. Kita sulap jadi hunian. Paling besok ke depan hotel tidak laku, kalau tidak laku peluang untuk menjadi tempat perselingkuhan. ӀWinda Efanur FSӀ

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next