Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Penanganan erupsi Kelud

Penanganan erupsi Kelud

Surabaya-KoPi, Sebagaimana siaran pers yang diterima KoPi, Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan penanganan erupsi G. Kelud secara langsung kepada Presiden di lokasi pengungsian sementara di Desa Kepung, Kec. Kepung Kediri berjarak 15 km dari puncak G.Kelud, pada Jumat (14/2) pukul 06.05 Wib. Presiden memberikan arahan: 1) Ka BNPB agar menangani dampak erupsi G. Kelud dengan memperkuat atau mendampingi Pemda Kab Blitar, Kediri dan Malang; 2) Penuhi semua kebutuhan pengungsi, 3) Gubernur Jatim telah diperintahkan merapat ke daerah untuk memberikan bantuan; 4) Pastikan ke PVMBG apakah letusan ini yang terbesar atau akan ada letusan berikutnya.

Erupsi G. Kelud masih berlangsung meskipun terjadi penurunan. Tremor-tremor masih berlangsung. PVMBG memprediksikan kemungkinan tidak akan terjadi erupsi besar lagi seperti erupsi yang terjadi pada Kamis (13/2) pukul 23.30 Wib. Erupsi pertama pukul 22.50 Wib kemudian disusul erupsi besar 23.30 Wib. Stasiun PVMBG di radius 7 km masih berfungsi.

Proses evakuasi masih dilakukan. Jumlah daerah terdampak Gn. Kelud pada radius 10 km: 35 Desa, 9 Kec, 3 Kab (Blitar, Kediri, Malang). Jumlah penduduk terpapar 201.228 jiwa/58.341 KK dengan rincian: Blitar 96.843 jiwa/28.003 KK, Kediri 58.842 jiwa/17.134 KK, Malang 45.543 jiwa/13.204 KK

Masyarakat di radius 15 km banyak yang kerja bakti membersihkan pasir dan abu di jalan meskipun hujan abu masih berlangsung. Pembersihan dilakukan secara swadaya agar tidak ada kecelakaan lalu lintas karena tebal abu pasir sekitar 3-5 cm.

BNPB, BPBD, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Hujan abu menyebar di beberapa wilayah: Kediri, Malang, Blitar, Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Solo, Yogya, Boyolali, Magelang, Purworejo, Temanggung dll. Bandara Juanda, Adi Sumarmo, dan Adi Sucipto untuk sementara ditutup karena terdampak hujan abu G. Kelud.

Sumber: Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

 

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next