Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik
Surabaya – KoPi | Kemunculan rokok elektrik di Amerika pada awalnya adalah sebuah obat. Fungsi rokok elektrik awalnya untuk mengatasi ketergantungan seseorang terhadap nikotin. Di Amerika sendiri, rokok jenis ini diatur oleh FDA (Food and Drug Administration). Namun dalam perkembangannya berbagai negara justru menyalahi kapasitas tujuan awal rokok elektrik tersebut.

Berdasarkan data WHO, pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 10,1% dari total pengguna rokok. Pengguna rokok elektrik ini sendiri merupakan para perokok aktif atau para perokok former. Perokok former itu merupakan perokok yang sudah berhenti lama, lalu mencoba jenis rokok yang dianggapnya lebih aman.

Menurut Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, masih belum banyak penelitian mengenai rokok elektrik. Namun, zat nikotin yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa alat tersebut berbahaya. Adanya flavor atau penambah rasa dalam rokok elektrik menciptakan ketagihan yang tinggi.

“Bahkan anak-anak saja tentunya akan gemar dengan adanya bermacam rasa. Mereka akan berpikir bahwa rokok elektrik ini permen atau rokok yang aman,” ujarnya.

Asap yang dikeluarkan dari rokok elektrik tidak seperti yang dikeluarkan rokok biasa. Namun, adanya proses penguapan dan pengeluaran asap juga berdampak pada sekelilingnya. “Rokok elektrik itu kan mengeluarkan asap dalam bentuk penguapan. Proses penguapan itu sendiri tentunya mengandung karbondioksida. Tetap saja itu berbahaya bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Santi.

Santi mendukung penuh adanya rencana pemerintah untuk melarang impor rokok elektrik. “Bahayanya jelas sudah ada kok, jadi lebih baik pemerintah segera memberi regulasi dan memberikan larangan impor,” ujarnya.

Menurutnya larangan impor tidak akan memberi dampak yang berarti bagi pengguna rokok elektrik. Di Indonesia sendiri pengguna rokok elektrik masuk dalam kategori baru, sehingga pendistribusiannya juga tergolong tidak menyeluruh. Karenanya pemerintah harus cepat memberlakukan larangan impor terhadap rokok elektronik untuk mencegah penyebarluasan rokok jenis ini. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next