Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik
Surabaya – KoPi | Kemunculan rokok elektrik di Amerika pada awalnya adalah sebuah obat. Fungsi rokok elektrik awalnya untuk mengatasi ketergantungan seseorang terhadap nikotin. Di Amerika sendiri, rokok jenis ini diatur oleh FDA (Food and Drug Administration). Namun dalam perkembangannya berbagai negara justru menyalahi kapasitas tujuan awal rokok elektrik tersebut.

Berdasarkan data WHO, pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 10,1% dari total pengguna rokok. Pengguna rokok elektrik ini sendiri merupakan para perokok aktif atau para perokok former. Perokok former itu merupakan perokok yang sudah berhenti lama, lalu mencoba jenis rokok yang dianggapnya lebih aman.

Menurut Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, masih belum banyak penelitian mengenai rokok elektrik. Namun, zat nikotin yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa alat tersebut berbahaya. Adanya flavor atau penambah rasa dalam rokok elektrik menciptakan ketagihan yang tinggi.

“Bahkan anak-anak saja tentunya akan gemar dengan adanya bermacam rasa. Mereka akan berpikir bahwa rokok elektrik ini permen atau rokok yang aman,” ujarnya.

Asap yang dikeluarkan dari rokok elektrik tidak seperti yang dikeluarkan rokok biasa. Namun, adanya proses penguapan dan pengeluaran asap juga berdampak pada sekelilingnya. “Rokok elektrik itu kan mengeluarkan asap dalam bentuk penguapan. Proses penguapan itu sendiri tentunya mengandung karbondioksida. Tetap saja itu berbahaya bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Santi.

Santi mendukung penuh adanya rencana pemerintah untuk melarang impor rokok elektrik. “Bahayanya jelas sudah ada kok, jadi lebih baik pemerintah segera memberi regulasi dan memberikan larangan impor,” ujarnya.

Menurutnya larangan impor tidak akan memberi dampak yang berarti bagi pengguna rokok elektrik. Di Indonesia sendiri pengguna rokok elektrik masuk dalam kategori baru, sehingga pendistribusiannya juga tergolong tidak menyeluruh. Karenanya pemerintah harus cepat memberlakukan larangan impor terhadap rokok elektronik untuk mencegah penyebarluasan rokok jenis ini. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next