Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pemberlakuan sistem masuk stasiun Tugu, masih banyak dilanggar penumpang

Pemberlakuan sistem masuk stasiun Tugu, masih banyak dilanggar penumpang

Jogjakarta-KoPi| Pemberlakuan sistem masuk dan parkir baru di Stasiun Tugu pada 7 Juli 2015 lalu belum berjalan maksimal. Aturan masuk dan parkir baru guna mengurangi kemacetan selama arus mudik dan arus balik lebaran masih banyak dilanggar oleh penumpang.

Penerapan sistem pintu timur stasiun Tugu untuk dropzone penumpang KA jarak jauh dan pelayanan tiket KA jarak jauh. Sementara pintu selatan untuk pelayanan tiket dan masuk penumpang KA lokal. Untuk parkir memusat pada pintu barat.

“Meskipun sudah ada spanduk, dan banyak tulisan tentang sistem baru ini masih banyak penumpang yang bingung dan melanggar aturan. Terutama untuk penumpang kereta api lokal masih sering lewat pintu timur padahal untuk dropzone penumpang dan layanan tiket kerata api jarak jauh. Awalnya kita memaklumi, hingga kemarin ada 200-an penumpang kereta api lokal terlantar, kami larang secara tegas," kata Humas PT. KAI Daop 6 Jogjakarta, Gatut Sutiyatmoko.

Penolakan Masyarakat
Beberapa komunitas menyatakan sikap keberatan pemberlakuan sistem baru di stasiun Tugu. Komunitas yang tergabung meliputi tukang ojek, becak, dan taksi.

Mereka meminta agar pintu tengah yang telah ditutup dengan adanya sistem baru dibuka kembali. Pihak PT. KAI Daop Jogjakarta pun menuruti permintaan dengan membuka pintu tengah selama tiga hari terhitung sejak H2+1 (Jumat-Minggu).

Humas PT. KAI Daop 6 Jogjakarta, Gatut Sutiyatmoko mengatakan penutupan pintu tengah merujuk pada intruksi walikota guna mengurangi kemacetan. Menurut Gatut penutupan tersebut tidak perlu dikhawatirkan oleh komunitas akan mengurangi jumlah penumpang mereka.

Sementara sebelumnya massa yang tergabung dari tukang ojek sempat akan melakukan protes namun mereka mengurungkan niatnya.

“Kita merasa dengan sistem baru ini jadi kurang ramai. Hal itu juga dikeluhkan oleh penumpang katanya dengan sistem baru parkir jadi jauh. Di sini kami hanya menyuarakan keluhan penumpang,” papar salah seorang tukang ojek. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next