Menu
SKK Migas Wilayah Timur Berharap Adanya Dorongan di Luar Bidang Migas.

SKK Migas Wilayah Timur Berharap Ad…

Sleman-KoPi| Kepala Sat...

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembicaraan Soal Pengadaan Pertemuan Kembali Kedua Pemimpin.

Pejabat AS-Korea Utara Adakan Pembi…

Seoul-KoPi| Departemen lu...

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

Prev Next

Pedagang tidak menolak revitalisasi asal..

Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja

Jogjakarta-KoPi | Komunitas Pedagang Alun-Alun Utara ( Peta) mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogjakarta pada pukul 15.30 Wib. Peta mengadukan persoalan relokasi pedagang kaki lima di Alun-Alun Utara pada Rabu, 29 Juli 2015 lalu.

Sekitar 200an anggota Peta menghadiri audiensi yang berjlan selama dua jam. Wakil ketua DPRD Kota menyambut baik tuntutan Peta. Sebelumnya pihak DPRD Kota menerima surat audiensi pada tanggal 27 Juli Agustus lalu.

Dalam audiensi salah satu anggota Peta, Totok menyebutkan pihak Peta tidak berkeberatan dengan upaya pemkot merevitalisasi kawasan Alun-Alun Utara. Asalkan program revitasliasi tidak mengganggu ekonomi para pedagang.

“ Pelaku pedagang di Alun-Alun Utara tidak menolak adanya revitalisasi tapi bayaknya permasalahan di Alun-Alu ini, pihak dewan menjembatani dan memberi perlindungan kepada kami. Progran revitalisaai sudah berjalan setahun dari November 2014. Adanya pembangunan itu kami tidak bisa beraktivitas mencari rizki”, tutur Totok.

Selain menimpa para pedagang program revitalisasi juga berimbas pada tukang parkir dan tukang becak. Perwakilan tukang becak mengeluhkan adaptasi tempat mangkal baru di parkira Ngabean membuat kecemburuan sosial.

“ Mangkal di Ngabean di sana ada paguyuban becak sendiri. Di sini pemerintah cuma ngurusin pedagang becak kurang diperhatikan”, jelasnya. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next