Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pedagang tidak menolak revitalisasi asal..

Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja

Jogjakarta-KoPi | Komunitas Pedagang Alun-Alun Utara ( Peta) mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogjakarta pada pukul 15.30 Wib. Peta mengadukan persoalan relokasi pedagang kaki lima di Alun-Alun Utara pada Rabu, 29 Juli 2015 lalu.

Sekitar 200an anggota Peta menghadiri audiensi yang berjlan selama dua jam. Wakil ketua DPRD Kota menyambut baik tuntutan Peta. Sebelumnya pihak DPRD Kota menerima surat audiensi pada tanggal 27 Juli Agustus lalu.

Dalam audiensi salah satu anggota Peta, Totok menyebutkan pihak Peta tidak berkeberatan dengan upaya pemkot merevitalisasi kawasan Alun-Alun Utara. Asalkan program revitasliasi tidak mengganggu ekonomi para pedagang.

“ Pelaku pedagang di Alun-Alun Utara tidak menolak adanya revitalisasi tapi bayaknya permasalahan di Alun-Alu ini, pihak dewan menjembatani dan memberi perlindungan kepada kami. Progran revitalisaai sudah berjalan setahun dari November 2014. Adanya pembangunan itu kami tidak bisa beraktivitas mencari rizki”, tutur Totok.

Selain menimpa para pedagang program revitalisasi juga berimbas pada tukang parkir dan tukang becak. Perwakilan tukang becak mengeluhkan adaptasi tempat mangkal baru di parkira Ngabean membuat kecemburuan sosial.

“ Mangkal di Ngabean di sana ada paguyuban becak sendiri. Di sini pemerintah cuma ngurusin pedagang becak kurang diperhatikan”, jelasnya. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next