Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pedagang tidak menolak revitalisasi asal..

Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja

Jogjakarta-KoPi | Komunitas Pedagang Alun-Alun Utara ( Peta) mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogjakarta pada pukul 15.30 Wib. Peta mengadukan persoalan relokasi pedagang kaki lima di Alun-Alun Utara pada Rabu, 29 Juli 2015 lalu.

Sekitar 200an anggota Peta menghadiri audiensi yang berjlan selama dua jam. Wakil ketua DPRD Kota menyambut baik tuntutan Peta. Sebelumnya pihak DPRD Kota menerima surat audiensi pada tanggal 27 Juli Agustus lalu.

Dalam audiensi salah satu anggota Peta, Totok menyebutkan pihak Peta tidak berkeberatan dengan upaya pemkot merevitalisasi kawasan Alun-Alun Utara. Asalkan program revitasliasi tidak mengganggu ekonomi para pedagang.

“ Pelaku pedagang di Alun-Alun Utara tidak menolak adanya revitalisasi tapi bayaknya permasalahan di Alun-Alu ini, pihak dewan menjembatani dan memberi perlindungan kepada kami. Progran revitalisaai sudah berjalan setahun dari November 2014. Adanya pembangunan itu kami tidak bisa beraktivitas mencari rizki”, tutur Totok.

Selain menimpa para pedagang program revitalisasi juga berimbas pada tukang parkir dan tukang becak. Perwakilan tukang becak mengeluhkan adaptasi tempat mangkal baru di parkira Ngabean membuat kecemburuan sosial.

“ Mangkal di Ngabean di sana ada paguyuban becak sendiri. Di sini pemerintah cuma ngurusin pedagang becak kurang diperhatikan”, jelasnya. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next