Logo
Print this page

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Jogjakarta-KoPi| Harga daging sapi mengalami kenaikan, sejak Natal hingga Januari 2016. Menurut salah satu pedagang daging sapi Pasar Kranggan, H. Supriyadi harga daging sapi kini berkisar Rp 115.000-Rp 120.000/ Kg. Harga normal sekitar Rp 90.000-Rp 95.000/ Kg.

"Awal Natal itu naik dua kali, enam ribu-enam ribu. Baru pada awal bulan ini harga stabil,"papar H. Supriyadi saat ditemui di Pasar Kranggan pada 26 Januari 2016.

H. Surpriyadi menilai kenaikan harga daging berasal dari tingginya harga daging sapi di pasar daging sapi. Salah satu pasar daging sapi terbesar di Segoroyoso, Bantul.

Sementara pedagang daging sapi lain, Supriyati menambahkan harga daging tergantung dari asosiasi pedagang daging sapi di Segoroyoso. "Biasanya di sana (Segoroyoso), kalau mau naik (harga daging sapi), kan dirapatkan dulu," jelas Supriyati.

Harapan pedagang sapi

Kenaikan harga daging sapi berimbas pada lesunya minat masyarakat membeli daging sapi. Ditambah tidak ada momen besar, seperti Idul Adha atau Natal yang menyebabkan permintaan daging sapi meningkat.

H. Surpriyadi menganggap kenaikan harga daging juga dipicu oleh kelangkaan sapi yang siap potong. Hal ini ditengarai rendahnya jumlah anakan sapi di masyarakat. Pemerintah masih sedikit memberikan anakan sapi ke peternak. Selain itu kebutuhan daging kebanyakan ditutupi dengan daging sapi jantan.

"Harusnya biar gak habis, yang dipotong sapi jantan bukan sapi betina. Kan yang bisa beranak lagi," jelas H. Supriyadi.

Secara terpisah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Sutarno menegaskan Pemerintah Daerah tidak memilki sapi, sehingga belum bisa mengabulkan harapan para pedagang sapi.

"Pemerintah tidak mempunyai sapi, saat ini yang punya sapi adalah masyarakat," jelas Sutarno melalui pesan singkat. |Winda Efanur FS|

Related items

© 2016 www.koranopini.com (PT Proyeksi Indonesia Grup). All rights reserved.