Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Jogjakarta-KoPi| Harga daging sapi mengalami kenaikan, sejak Natal hingga Januari 2016. Menurut salah satu pedagang daging sapi Pasar Kranggan, H. Supriyadi harga daging sapi kini berkisar Rp 115.000-Rp 120.000/ Kg. Harga normal sekitar Rp 90.000-Rp 95.000/ Kg.

"Awal Natal itu naik dua kali, enam ribu-enam ribu. Baru pada awal bulan ini harga stabil,"papar H. Supriyadi saat ditemui di Pasar Kranggan pada 26 Januari 2016.

H. Surpriyadi menilai kenaikan harga daging berasal dari tingginya harga daging sapi di pasar daging sapi. Salah satu pasar daging sapi terbesar di Segoroyoso, Bantul.

Sementara pedagang daging sapi lain, Supriyati menambahkan harga daging tergantung dari asosiasi pedagang daging sapi di Segoroyoso. "Biasanya di sana (Segoroyoso), kalau mau naik (harga daging sapi), kan dirapatkan dulu," jelas Supriyati.

Harapan pedagang sapi

Kenaikan harga daging sapi berimbas pada lesunya minat masyarakat membeli daging sapi. Ditambah tidak ada momen besar, seperti Idul Adha atau Natal yang menyebabkan permintaan daging sapi meningkat.

H. Surpriyadi menganggap kenaikan harga daging juga dipicu oleh kelangkaan sapi yang siap potong. Hal ini ditengarai rendahnya jumlah anakan sapi di masyarakat. Pemerintah masih sedikit memberikan anakan sapi ke peternak. Selain itu kebutuhan daging kebanyakan ditutupi dengan daging sapi jantan.

"Harusnya biar gak habis, yang dipotong sapi jantan bukan sapi betina. Kan yang bisa beranak lagi," jelas H. Supriyadi.

Secara terpisah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Sutarno menegaskan Pemerintah Daerah tidak memilki sapi, sehingga belum bisa mengabulkan harapan para pedagang sapi.

"Pemerintah tidak mempunyai sapi, saat ini yang punya sapi adalah masyarakat," jelas Sutarno melalui pesan singkat. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next