Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Pedagang: Harga mahal karena anakan sapi kurang

Jogjakarta-KoPi| Harga daging sapi mengalami kenaikan, sejak Natal hingga Januari 2016. Menurut salah satu pedagang daging sapi Pasar Kranggan, H. Supriyadi harga daging sapi kini berkisar Rp 115.000-Rp 120.000/ Kg. Harga normal sekitar Rp 90.000-Rp 95.000/ Kg.

"Awal Natal itu naik dua kali, enam ribu-enam ribu. Baru pada awal bulan ini harga stabil,"papar H. Supriyadi saat ditemui di Pasar Kranggan pada 26 Januari 2016.

H. Surpriyadi menilai kenaikan harga daging berasal dari tingginya harga daging sapi di pasar daging sapi. Salah satu pasar daging sapi terbesar di Segoroyoso, Bantul.

Sementara pedagang daging sapi lain, Supriyati menambahkan harga daging tergantung dari asosiasi pedagang daging sapi di Segoroyoso. "Biasanya di sana (Segoroyoso), kalau mau naik (harga daging sapi), kan dirapatkan dulu," jelas Supriyati.

Harapan pedagang sapi

Kenaikan harga daging sapi berimbas pada lesunya minat masyarakat membeli daging sapi. Ditambah tidak ada momen besar, seperti Idul Adha atau Natal yang menyebabkan permintaan daging sapi meningkat.

H. Surpriyadi menganggap kenaikan harga daging juga dipicu oleh kelangkaan sapi yang siap potong. Hal ini ditengarai rendahnya jumlah anakan sapi di masyarakat. Pemerintah masih sedikit memberikan anakan sapi ke peternak. Selain itu kebutuhan daging kebanyakan ditutupi dengan daging sapi jantan.

"Harusnya biar gak habis, yang dipotong sapi jantan bukan sapi betina. Kan yang bisa beranak lagi," jelas H. Supriyadi.

Secara terpisah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY, Sutarno menegaskan Pemerintah Daerah tidak memilki sapi, sehingga belum bisa mengabulkan harapan para pedagang sapi.

"Pemerintah tidak mempunyai sapi, saat ini yang punya sapi adalah masyarakat," jelas Sutarno melalui pesan singkat. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next