Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Pasar modal syariah, bisa cegah investasi bodong

Pasar modal syariah, bisa cegah investasi bodong

Jogjakarta-KoPi| Kepala IDX Representatif Office Divisi Pendidikan dan Informasi Jogjakarta, Irfan Noor Riza sangat mendukung adanya pasar modal syariah. Pasar modal syariah dapat melindungi investor dari investasi bodong khususnya produk saham.

Irfan Noor Riza menambahkan investasi bodong telah banyak menimbulkan korban. Tak terkecuali produk berlabel syariah pun memakan korban.

“Korban semakin berjatuhan, kita dorong dengan edukasi kepada masyarakat bawah, misalnya masyarakat NU. Kita buat masyarakat melek investasi yang benar, jadi tidak menyandarkan iming-iming besar lalu bodong,”  jelas Irfan di sela diskusi “Membangun Keluarga Masalah Perencanaan Keuangan Keluarga dan Budaya Investasi Syariah di Hotel Tjokro Style pukul 15.15 WIB.

Diyakini dengan penanaman saham melalui pasar modal syariah akan menimalisir  terhadinya investasi bodong. Pasalnya pasar modal syariah merupakan kegiatan pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Irfan Noor Riza juga menjelaskan perbedaan konsep pasar modal reguler dengan pasar modal syariah. Menurutnya pasar modal syriah menitikberatkan pada kepemilikan saham pada sekuritas syariah bukan perusahaannya.

“Saham -saham yang tersedia syariah semua. No-syariah ga masuk,” tambah Irfan.

Sementara tahap seleksi sekuritas syariah atau pun tidak berada di tangan yayasan MUI yang bergerak di keuangan syariah.  Saham syariah ini nanti masuk dalam Jakarta Islami Indeks (JII) atau Indeks Syariah Indonesia (ISI).

“Hingga saat ini ada 30 saham terbaik dari sisi pasar, ini sahamnya sudah diseleksi di MUI. Apa produknya mnegandung non-syaraih misal produk minuman keras dan lain-lain,” kata Irfan.


Perkembangan Pasar Modal Syariah Pasar modal syariah merupakan kegiatan pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Perkembangan industri pasar modal syariah dalam lima tahun terakhir mengalami perkembangan pesat.

Nilai kapitasasi produk syariah di pasar modal meningkat rata-rata per tahun di atas 10%, berupa sukuk negara 42,3%, reksadana syariah 18,91%, saham syariah 12,06% dan sukuk korporasi 11,10%.

Sampai dengan semester I tahun 2015 jumlah saham syariah mencapai 334 saham atau sekitar 59% dari total emiten dan perusahaan publik. Nilai kapitasasinya mencapai Rp 2.863,8 triliun.

Sedangkan sukuk pada periode yang sama terdapat 42 sukuk korporasi yang outstanding. Total nilainya mencapai Rp 8,44 triliun atau 3,46% dari total obligasi dan sukuk korporasi.
| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next