Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PAN desak Kapolri copot Kadiv Humas Polri karena tuding Muhammadiyah pro teroris

Kadiv Humas Polri Brigjen Anton Charliyan Kadiv Humas Polri Brigjen Anton Charliyan

Jakarta| Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI mengecam keras pernyataan Kadiv Humas Polri Brigjen Anton Charliyan yang menuduh ada organisasi tertentu yang dianggap pro teroris karena mencoba melindungi terduga teroris Siyono. Anton mengungkapkan hal tersebut di Mabes Polri pada Selasa (5/4), lalu.


"Meskipun tidak menunjuk satu kelompok atau organisasi tertentu, tetapi dari pernyataan tersebut jelas mengarah ke Muhammadiyah karena Muhammadiyah saat ini yang sangat pro aktif mengadvokasi atas kematian Siyono oleh Densus 88," jelas Wakil Ketua Faksi PAN DPR RI, Teguh Juwarno di Jakarta, Rabu (6/4).

Secara gamblang, kata Teguh, Kadiv Humas Polri menuding Muhammadiyah dan pihak-pihak yang mengkritisi sepak terjang Densus 88 sebagai kelompok pro teroris."Tudingan ini sungguh keji dan tidak berdasar. Muhammadiyah lahir lebih dahulu dibanding negeri ini," katanya.

Muhammadiyah, kata dia, telah menyumbangkan kader-kader yang berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan negeri ini. Menurut dia, sangat gegabah menyederhanakan upaya mencari keadilan disamakan dengan pro teroris.

Karena itu, PAN mendesak Kapolri untuk mencopot Kadiv Humas dan mencabut pernyataannya yang menuduh kelompok pembela Siyono sebagai pro teroris.

Teguh menyebut justru tindakan Densus 88 selama ini yang harus dikritisi karena telah menebar 'teror' terhadap aktifis Islam di Tanah Air. Seharusnya, Polri dan Densus 88 mengedepankan upaya deradikalisasi dengan melibatkan tokoh dan ormas Islam untuk mengajak para fundamentalis kembali ke jalan yang benar.

Perjalanan panjang Muhammadiyah dan ormas Islam di Tanah Air telah membuktikan bahwa umat Islam Indonesia adalah umat yang moderat dan toleran. "Hentikan teror terhadap umat mayoritas di negeri sendiri," ujar Teguh.

Selain Muhammadiyah, kasus ini juga diadvokasi oleh Komnas HAM, KontaS, Pushami, YLBHI, LBH Jakarta, PSHK Indonesia, dan ICW.| Republika.co.id

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next